Audisi Gita Bahana Nusantara DIY Dibuka, Kesempatan Tampil

4 hours ago 4

Audisi Gita Bahana Nusantara DIY Dibuka, Kesempatan Tampil

Juri GBN, Pancasona Adjie, Pemenang Tenor GBN 2025, Gilbert Novaldo Tobing, dan Pemenang Alto GBN 2025, Theodora Naraku Natanayla menjadi narasumber saat sosialisasi audisi Paduan Suara Gita Bahana Nusantara di Kantor Disbud DIY, Jumat (29/5/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

 Audisi Gita Bahana Nusantara DIY Dibuka, Kesempatan Tampil di Istana Merdeka Diperebutkan

JOGJA - Kesempatan tampil pada upacara peringatan kemerdekaan di Istana Merdeka mulai diperebutkan generasi muda DIY melalui audisi Paduan Suara Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026 yang mulai disosialisasikan di Kantor Dinas Kebudayaan DIY, Jumat (29/5/2026).

Program ini menjadi jalur seleksi wakil DIY untuk bergabung dalam paduan suara nasional yang akan tampil pada peringatan HUT ke-81 RI. Selain berorientasi pada pertunjukan, kegiatan ini juga diarahkan sebagai sarana pembinaan karakter melalui seni musik bagi anak muda.

Kepala Seksi Seni Pertunjukan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Zita Uttungga Dwi Maharani, mengatakan rangkaian kegiatan diawali dari sosialisasi dan akan berlanjut ke tahapan seleksi hingga pengiriman peserta ke tingkat nasional.

“Kegiatan GBN ini merupakan wadah pembinaan karakter bangsa melalui ekspresi seni musik dan pertunjukan budaya yang melibatkan generasi muda berbakat usia 16 sampai dengan 23 tahun. Kegiatan ini merupakan kegiatan untuk mendukung rangkaian upacara detik-detik proklamasi 17 Agustus 2026 di Istana Merdeka Jakarta,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan peserta terbaik dari tiap kategori suara akan dipilih untuk mewakili DIY. Mereka nantinya menjalani karantina di Jakarta sebelum tampil bersama tim nasional pada upacara kenegaraan.

Audisi terbuka bagi warga DIY berusia 16–23 tahun dengan syarat belum menikah, sehat jasmani rohani, serta memiliki kemampuan vokal sesuai kategori sopran, alto, tenor, atau bas. Peserta juga dituntut mampu membaca notasi musik sebagai bagian dari penilaian.

Pendaftaran telah dibuka sejak 29 Mei hingga 6 Juli 2026. Tahapan seleksi meliputi pengambilan nada dasar pada 9 Juli dan audisi utama pada 10 Juli di Kantor Dinas Kebudayaan DIY. Sebelum itu, panitia juga menyiapkan workshop pada 20 Juni untuk membantu peserta memahami teknis seleksi.

Selain itu, panitia menyiapkan total hadiah pembinaan mencapai Rp62 juta. Penghargaan diberikan untuk masing-masing kategori suara, mulai juara 1 hingga juara 5, sebelum dipilih perwakilan terbaik yang dikirim ke tingkat nasional.

Selain aspek vokal, penilaian mencakup teknik, interpretasi lagu, ketepatan terhadap partitur, hingga kemampuan membaca notasi. Dewan juri terdiri dari unsur pusat dan daerah, di antaranya Pancasona Adji, Linda Sitinjak, Drijastuti Jogjaningrum, dan Retno Pujiwati.

Salah satu juri, Pancasona Adji, menekankan pentingnya kesiapan mental peserta saat tampil. Ia menambahkan peserta tidak hanya diuji menyanyi, tetapi juga harus melalui beberapa tahapan seperti membaca notasi, ritme, hingga solfeggio sebelum masuk ke penampilan utama.

“Mayoritas sudah menyiapkan, tapi setelah maju jadi grogi, akhirnya tidak bisa menunjukkan kemampuan. Untuk itu kesiapan harus benar-benar 100 persen agar kapasitas dan bakat bisa keluar sepenuhnya,” katanya.

Melalui audisi ini, pemerintah daerah berharap talenta muda DIY tidak hanya berkembang secara musikal, tetapi juga memiliki semangat kebangsaan yang kuat melalui pengalaman tampil di panggung nasional. (Adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Ujang Hasanudin

Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |