Pemkot Jogja dan KAI Siapkan 50 Becak Listrik Pengganti Bentor

1 hour ago 3

Pemkot Jogja dan KAI Siapkan 50 Becak Listrik Pengganti Bentor

Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Jogja, Imanudin Aziz/Antara

Harianjogja.com, JOGJA – Pemerintah Kota Jogja mulai melakukan transformasi transportasi tradisional di kawasan Malioboro dengan mengganti becak motor atau bentor menjadi becak listrik.

Program tersebut akan diawali dengan penyerahan 50 unit becak listrik bantuan PT Kereta Api Indonesia pada 3 Juni 2026 dalam rangka peringatan HUT Kota Jogja.

Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Jogja, Imanudin Aziz, mengatakan pada saat yang sama sebanyak 50 unit bentor juga akan dihancurkan sebagai bagian dari proses konversi armada transportasi.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mendorong penggunaan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan, aman, dan sesuai regulasi.

“Yang jelas kategorinya memang tidak memungkinkan atau tidak layak jalan, karena antara surat dengan kondisi fisik kendaraan tidak memenuhi syarat. Karena itu kami mencoba beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan lebih bersih,” ujar Imanudin, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan bentor yang selama ini beroperasi dinilai tidak memenuhi persyaratan legalitas kendaraan di jalan. Kondisi fisik kendaraan disebut tidak sesuai dengan dokumen perizinan yang dimiliki.

Bantuan 50 becak listrik dari PT Kereta Api Indonesia disebut menjadi langkah awal transformasi transportasi tradisional di Kota Jogja.

Selain dinilai lebih ramah lingkungan, becak listrik juga dianggap lebih manusiawi bagi pengemudi dibandingkan bentor.

“Harapannya para pengemudi bentor bisa beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Becak listrik ini merupakan bentuk substitusi dari bentor yang memang secara perizinan tidak memenuhi syarat,” katanya.

Imanudin menegaskan penerima bantuan becak listrik telah melalui proses seleksi dan verifikasi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk komunitas bentor.

Proses penentuan penerima dilakukan melalui koordinasi antara Dinas Perhubungan Kota Jogja, PT Kereta Api Indonesia, Pemda DIY, dan komunitas bentor.

“Lima puluh penerima ini sudah final. Seleksi dilakukan oleh komunitas dan kemudian diverifikasi oleh Dishub,” ujarnya.

Meski baru mencakup 50 unit, Pemkot Jogja berharap program konversi bentor menjadi becak listrik dapat dilakukan secara bertahap hingga menjangkau seluruh armada bentor di Kota Jogja.

Kawasan Malioboro menjadi prioritas utama penerapan program tersebut. Pemerintah menargetkan ke depan operasional transportasi tradisional di kawasan wisata itu didominasi becak listrik.

“Prioritasnya kawasan Malioboro dan sekitarnya. Harapannya ke depan yang beroperasi di Malioboro adalah becak listrik,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |