Apple Gagalkan 1,1 Miliar Akun Palsu di App Store

6 hours ago 3

Jumali

Jumali Rabu, 27 Mei 2026 18:47 WIB

Apple Gagalkan 1,1 Miliar Akun Palsu di App Store

Logo Apple - ist/apple inc

Harianjogja.com, JOGJA—Apple mengungkap skala besar ancaman penipuan digital yang menyerang ekosistem App Store sepanjang 2025. Dalam laporan keamanan tahunan yang dirilis Senin (25/5/2026), perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu mengklaim berhasil menggagalkan lebih dari 1,1 miliar upaya pembuatan akun pelanggan palsu.

Akun-akun tersebut diduga akan digunakan untuk berbagai aktivitas ilegal seperti penyebaran spam, manipulasi rating aplikasi, hingga transaksi penipuan digital.

Selain mencegah akun baru aktif, Apple juga menonaktifkan sekitar 40,4 juta akun yang telah terlanjur digunakan karena terbukti berkaitan dengan aktivitas mencurigakan dan penipuan.

Apple menyebut ancaman terhadap App Store kini semakin kompleks karena melibatkan bot otomatis, manipulasi ulasan, hingga aplikasi palsu yang disamarkan sebagai aplikasi biasa.

Salah satu modus yang paling banyak ditemukan adalah teknik “bait-and-switch”. Dalam praktiknya, pengembang mengunggah aplikasi sederhana seperti kalkulator atau permainan ringan agar lolos proses tinjauan App Store.

Namun setelah diunduh banyak pengguna, aplikasi tersebut diam-diam diubah menjadi alat penipuan keuangan atau platform ilegal melalui pembaruan jarak jauh.

Apple mengungkap telah menghapus hampir 59.000 aplikasi yang menggunakan modus tersebut sepanjang 2025.

Tak hanya pengguna, Apple juga mengambil tindakan keras terhadap pengembang aplikasi yang dianggap melanggar aturan keamanan dan privasi.

Sebanyak 193.000 akun developer dihentikan selama 2025. Sementara itu, lebih dari 138.000 pengajuan akun developer baru langsung ditolak sebelum memperoleh akses ke sistem App Store.

Perusahaan juga menyatakan lebih dari 2 juta aplikasi maupun pembaruan aplikasi gagal lolos proses peninjauan karena dianggap melanggar standar keamanan, kualitas, dan perlindungan data pengguna.

Apple mengaku kini mengandalkan kombinasi teknologi machine learning (ML) dan tinjauan manusia untuk mendeteksi pola penipuan secara real time.

Teknologi tersebut digunakan untuk memantau aktivitas mencurigakan seperti ulasan palsu, transaksi ilegal, hingga penyalahgunaan akun pengguna.

Sepanjang 2025, Apple memproses lebih dari 1,3 miliar rating dan ulasan aplikasi. Dari jumlah tersebut, hampir 195 juta ulasan diblokir karena terindikasi dibuat oleh bot atau jaringan akun palsu.

Di sisi finansial, Apple mengklaim berhasil mencegah transaksi penipuan senilai lebih dari US$2,2 miliar atau sekitar Rp36 triliun sepanjang 2025.

Jika diakumulasi dalam enam tahun terakhir, nilai transaksi penipuan yang berhasil dicegah Apple mencapai lebih dari US$11,2 miliar atau sekitar Rp183 triliun.

Apple juga memblokir lebih dari 5,4 juta kartu kredit curian yang diduga akan digunakan untuk transaksi ilegal di dalam App Store.

Laporan tersebut menjadi gambaran bagaimana industri teknologi kini menghadapi ancaman siber yang semakin canggih, terutama di tengah meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan dan otomatisasi digital.

Apple menegaskan akan terus memperkuat investasi di bidang keamanan digital untuk menjaga App Store tetap aman bagi pengguna dan adil bagi pengembang aplikasi resmi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |