Investor Kripto Indonesia Makin Rasional, Tak Lagi Sekadar FOMO

1 hour ago 4

Investor Kripto Indonesia Makin Rasional, Tak Lagi Sekadar FOMO

Kripto - Ilustrasi/Frepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Perilaku investor aset digital di Indonesia mulai mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya banyak pengguna masuk ke pasar kripto hanya karena tren dan fear of missing out (FOMO), kini investor dinilai semakin rasional dalam memahami risiko, strategi investasi, hingga teknologi blockchain.

Perubahan pola investasi tersebut disebut menjadi sinyal bahwa industri kripto di Indonesia mulai bergerak menuju fase yang lebih matang. Investor kini tidak hanya terpaku pada lonjakan harga aset digital, tetapi juga mulai mempelajari struktur pasar, siklus bitcoin, hingga pengembangan teknologi blockchain dalam jangka panjang.

CEO Indodax, William Sutanto, mengatakan pendekatan masyarakat terhadap aset kripto saat ini mulai berubah dibanding beberapa tahun lalu.

“Sekarang pendekatannya mulai berubah. Investor makin sadar pentingnya riset dan strategi yang lebih disiplin dalam menghadapi market,” ujar William di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Menurut dia, sebelumnya pasar aset digital lebih banyak dipengaruhi euforia jangka pendek dan tren sesaat. Namun saat ini, semakin banyak investor yang mulai menerapkan pendekatan investasi lebih terukur di tengah volatilitas pasar kripto.

William menilai investor kini mulai memahami pentingnya analisis market structure, siklus Bitcoin, serta manajemen risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Selain faktor harga, perkembangan teknologi blockchain juga dinilai mulai membuka peluang pemanfaatan baru di sektor digital. Teknologi tersebut kini berkembang ke berbagai bidang seperti tokenisasi aset, pembangunan infrastruktur digital, hingga inovasi berbasis blockchain lainnya.

“Pada akhirnya, industri yang mampu bertahan bukan hanya yang ramai secara tren, tetapi yang bisa membangun kepercayaan, edukasi, dan ekosistem kripto yang berkelanjutan,” kata William.

Ia menambahkan komunitas masih menjadi salah satu fondasi utama dalam perkembangan industri aset digital sejak awal kemunculan bitcoin.

Berbeda dengan industri keuangan konvensional yang banyak tumbuh melalui institusi besar, perkembangan aset digital justru banyak berkembang dari komunitas yang aktif membangun edukasi dan diskusi secara organik.

Menurut William, dari komunitas inilah muncul keyakinan kolektif terhadap masa depan teknologi blockchain dan aset kripto.

Dalam momentum perayaan Bitcoin Pizza Day 2026, Indodax juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat edukasi serta literasi aset digital di Indonesia.

Bitcoin Pizza Day sendiri dikenal sebagai salah satu momen bersejarah dalam perkembangan bitcoin, ketika aset digital tersebut pada awal kemunculannya masih dipandang sebagai eksperimen internet dan instrumen spekulatif.

Kini, perkembangan industri kripto disebut mulai bergerak lebih dekat dengan ekosistem teknologi finansial modern yang terintegrasi dengan kehidupan digital masyarakat.

“Saat ini komunitas kripto juga berkembang jauh lebih kritis dan terbuka terhadap diskusi. Bukan hanya soal harga, tetapi juga soal bagaimana teknologi blockchain berkembang dan bagaimana industri ini bisa terus relevan dalam jangka panjang,” ujar William.

Meningkatnya literasi investor dan berkembangnya pemanfaatan teknologi blockchain dinilai menjadi faktor penting dalam membentuk industri aset digital yang lebih sehat, stabil, dan berkelanjutan di Indonesia pada masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |