AI Gratis Jadi Layanan Publik, Korea Selatan Siapkan 512 GPU

2 hours ago 1

AI Gratis Jadi Layanan Publik, Korea Selatan Siapkan 512 GPU

Bendera Korea Selatan. - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Korea Selatan bersiap membuat layanan kecerdasan buatan atau AI lebih mudah diakses masyarakat. Pemerintah setempat menyiapkan program AI for All yang memungkinkan seluruh warga memperoleh layanan AI generatif secara gratis.

Wall Street Journal melaporkan, program tersebut tidak sekadar menyediakan chatbot untuk menjawab pertanyaan. Pemerintah Korea Selatan ingin menghubungkan AI dengan berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari layanan kesehatan hingga urusan pajak dan pencarian tempat tinggal.

Tahap uji coba layanan dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Setelah melalui fase beta, layanan AI untuk masyarakat luas ditargetkan mulai tersedia secara resmi sebelum akhir tahun.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi Korea Selatan membangun ekosistem AI domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap teknologi kecerdasan buatan dari Amerika Serikat dan China.

AI Gratis untuk Layanan Sehari-hari

Konsep yang ditawarkan Korea Selatan berbeda dari sekadar memberikan akses gratis ke chatbot.

AI dalam program tersebut akan dikembangkan sebagai layanan yang dapat membantu masyarakat menyelesaikan berbagai kebutuhan praktis.

Warga nantinya dapat memanfaatkan AI untuk mendapatkan informasi perpajakan, mencari tempat tinggal hingga membantu proses layanan kesehatan, termasuk membuat janji dengan dokter.

Pelaku usaha kecil juga menjadi sasaran program. AI dapat membantu mereka menghitung atau mengurus pajak serta memeriksa apakah bisnis mereka memenuhi syarat untuk memperoleh dukungan dari pemerintah.

Sementara bagi orang tua, layanan AI dapat memberikan rekomendasi materi atau konten edukasi untuk anak.

Pemerintah juga menetapkan prinsip bahwa fungsi AI yang dianggap penting bagi masyarakat harus tetap dapat digunakan secara gratis. Pemerintah bahkan menegaskan layanan utama tidak semestinya menjadi berbayar hanya karena penggunaan meningkat dan melampaui kapasitas GPU yang diberikan pada tahap awal.

Tiga Raksasa Teknologi Korea Dilibatkan

Untuk menjalankan program tersebut, Kementerian Sains dan ICT Korea Selatan memilih tiga konsorsium teknologi.

Ketiganya masing-masing dipimpin SK Telecom, KT, dan Kakao. Mereka terpilih dari enam konsorsium yang mengikuti proses seleksi pemerintah.

Masing-masing konsorsium akan mengembangkan layanan AI sendiri. Selain chatbot serbaguna, mereka juga diarahkan mengembangkan agen AI yang dapat terhubung dengan layanan publik dan kebutuhan khusus masyarakat.

Pemerintah Korea Selatan juga menerapkan aturan mengenai penggunaan model AI domestik. Pengembang diwajibkan menggunakan model AI Korea Selatan yang memenuhi standar pemerintah untuk setidaknya 50% sistem yang digunakan. Aturan tersebut dimaksudkan agar program tidak berubah menjadi sekadar saluran distribusi bagi teknologi AI asing.

Pemerintah Siapkan 512 GPU Nvidia B200

Besarnya jumlah pengguna menjadi tantangan tersendiri karena layanan akan dibuka untuk seluruh masyarakat.

Untuk mendukung kebutuhan komputasi, pemerintah akan membagikan total 512 GPU Nvidia B200 kepada tiga konsorsium yang terpilih.

Dukungan tersebut diberikan pada 2026. Mulai 2027, pemerintah juga berencana menggunakan anggaran negara untuk membantu biaya yang diperlukan agar layanan AI dapat terus beroperasi secara nasional.

Namun, Kementerian Sains dan ICT belum mengungkapkan total biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan keseluruhan program.

Keputusan menyediakan infrastruktur dan dukungan biaya menunjukkan bahwa pemerintah Korea Selatan tidak melihat AI hanya sebagai produk komersial.

AI mulai ditempatkan sebagai bagian dari infrastruktur digital yang dapat digunakan masyarakat untuk mengakses berbagai layanan.

Korea Selatan Ingin Kurangi Ketergantungan AI Asing

Di balik program gratis tersebut terdapat agenda yang lebih besar, yakni memperkuat kedaulatan AI Korea Selatan.

Pemerintah ingin masyarakat lebih banyak menggunakan teknologi yang dikembangkan perusahaan dalam negeri. Langkah ini sekaligus diharapkan memperbesar pasar bagi perusahaan AI Korea Selatan sehingga mereka memiliki basis pengguna yang kuat di dalam negeri.

Kebijakan tersebut penting karena pasar AI generatif Korea Selatan sudah cukup besar.

Laporan TechSpot yang mengutip survei pemerintah menyebut sekitar seperempat warga Korea Selatan telah membayar layanan AI. Lebih dari 20 juta warga juga tercatat menggunakan layanan AI gratis.

Kondisi itu membuat pemerintah memiliki peluang untuk mengarahkan sebagian besar pertumbuhan penggunaan AI ke produk lokal.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung juga telah meningkatkan anggaran AI secara signifikan. Pemerintah mengalokasikan sekitar 10 triliun won atau sekitar US$7,2 miliar untuk pengeluaran terkait AI pada 2026, sekitar tiga kali lipat dibandingkan alokasi tahun sebelumnya.

Jika berjalan sesuai rencana, Korea Selatan bukan hanya memberikan chatbot gratis kepada warganya.

Negara tersebut sedang menguji model baru ketika AI ditempatkan lebih dekat dengan layanan publik dan dapat digunakan masyarakat tanpa biaya.

Keberhasilan program AI for All nantinya akan sangat bergantung pada kemampuan teknologi tersebut menangani kebutuhan masyarakat dalam skala besar, sekaligus menjaga akurasi dan keamanan ketika AI mulai digunakan untuk urusan yang lebih sensitif seperti kesehatan, pajak, dan layanan pemerintahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |