Jumali Minggu, 14 Juni 2026 18:37 WIB

Nestory Irankunda/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Australia membuka peluang lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Turki dengan skor 2-0 pada laga Grup D di Stadion BC Place, Vancouver, Minggu (14/6/2026). Kemenangan ini sekaligus melahirkan rekor baru lewat gol yang dicetak Nestory Irankunda.
Tambahan tiga poin membawa The Socceroos menempati peringkat kedua klasemen sementara Grup D. Hasil tersebut membuat persaingan menuju babak berikutnya semakin terbuka, terutama setelah Australia berhasil mengamankan kemenangan penting pada laga perdana.
Sorotan utama pertandingan tertuju kepada Irankunda yang mencetak gol pembuka pada menit ke-27. Pemain yang saat ini membela Watford itu melewati kawalan pemain bertahan Turki sebelum melepaskan tembakan kaki kanan yang tidak mampu dihentikan penjaga gawang lawan.
Gol tersebut bukan hanya membawa Australia unggul, tetapi juga mengantarkan Irankunda mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola negaranya. Pada usia 20 tahun 125 hari, ia resmi menjadi pencetak gol termuda Australia di Piala Dunia, memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Brett Holman sejak edisi 2010.
Pencapaian itu semakin istimewa karena Irankunda juga masuk dalam daftar pemain Australia yang mampu mencetak gol pada debut mereka di Piala Dunia, mengikuti jejak John Aloisi, Tim Cahill, dan Craig Goodwin.
Perjalanan Irankunda menuju panggung sepak bola dunia tidak berlangsung mudah. Ia lahir pada 9 Februari 2006 di kamp pengungsian Kigoma, Tanzania, dari keluarga asal Burundi yang melarikan diri akibat konflik di negara mereka.
Saat masih bayi, keluarganya bermigrasi ke Australia. Mereka sempat tinggal di Perth sebelum menetap di Adelaide, tempat bakat sepak bolanya mulai berkembang.
Karier profesionalnya dimulai bersama Adelaide United. Penampilan impresif bersama klub tersebut membuat Bayern Munchen merekrutnya pada 2024. Namun kesempatan bermain yang terbatas membuatnya sempat dipinjamkan ke klub Swiss, Grasshopper.
Demi menjaga peluang tampil di Piala Dunia, Irankunda kemudian memilih bergabung secara permanen dengan Watford di kompetisi Championship Inggris. Keputusan itu terbukti tepat setelah ia mencatatkan 42 penampilan, empat gol, dan lima assist yang mengantarkannya masuk skuad Australia untuk Piala Dunia 2026.
"Itu adalah keputusan yang sulit, tetapi tujuan terbesar saya adalah bermain di Piala Dunia," ujar Irankunda dalam wawancara dengan Sky Sports.
Selepas mencetak gol ke gawang Turki, Irankunda merayakan momen tersebut dengan selebrasi khas legenda Australia, Tim Cahill. Ia berlari menuju sudut lapangan lalu melakukan gerakan tinju udara yang identik dengan mantan bintang Everton tersebut.
"Timmy Cahill adalah inspirasi terbesar saya dalam sepak bola," katanya seusai pertandingan.
Irankunda juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada pelatih Australia, Tony Popovic, yang dinilainya berperan besar dalam perkembangan kariernya.
"Dia membuat saya bekerja keras. Jika bukan karena dia, saya mungkin masih menjadi pemain malas," ujar Irankunda.
Kisah Irankunda menjadi salah satu simbol keberhasilan sepak bola Australia dalam merangkul keberagaman. Dengan latar belakang sebagai anak pengungsi yang kini menjadi pemecah rekor di Piala Dunia, ia menjadi representasi generasi baru The Socceroos yang semakin multikultural. Di tengah persaingan ketat Grup D, gol bersejarah tersebut bukan hanya mendekatkan Australia ke fase gugur, tetapi juga mempertegas kemunculan Irankunda sebagai salah satu talenta muda yang layak diperhitungkan di sepak bola dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































