12 Gudang Bulog Rusak Diguncang Gempa NTT, Stok Beras Dipindahkan ke Tenda

9 hours ago 5

Newswire

Newswire Minggu, 23 Agustus 2026 19:27 WIB

12 Gudang Bulog Rusak Diguncang Gempa NTT, Stok Beras Dipindahkan ke Tenda

Ilustrasi beras di gudang Bulog. Bisnis Indonesia/Rachman

Harianjogja.com, JAKARTA — Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak terhadap sejumlah infrastruktur penyimpanan pangan milik Perum Bulog. Sebanyak 12 gudang Bulog mengalami kerusakan, dengan kondisi paling parah terjadi di Ruteng.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan kerusakan gudang di Ruteng tergolong sedang dan tidak sampai memengaruhi struktur utama bangunan. Kerusakan terutama terjadi pada bagian dinding dan pintu gudang.

"Memang yang paling parah ini di Ruteng, di Ruteng ini ada gudang-gudang kami yang mengalami kerusakan. Yang mana kerusakan tersebut kalau kami lihat cukup sedang, tidak parah sekali tapi sedang saja karena strukturnya tidak rusak, yang rusak hanya dindingnya," ucap Rizal dalam konferensi pers di Command Center Kantor Perum Bulog, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026).

Menurut Rizal, kerusakan dinding terjadi setelah guncangan gempa membuat tumpukan beras di dalam gudang bergoyang. Pergerakan tersebut kemudian mendorong dinding gudang.

Bulog langsung menyiapkan langkah perbaikan terhadap gudang yang terdampak. Rizal mengatakan Direktur SDM Bulog telah diberangkatkan untuk menangani perbaikan sekitar 12 gudang tersebut.

"Kemarin lusa sudah kami berangkatkan Direktur SDM untuk segera melakukan perbaikan-perbaikan kepada sekitar 12 gudang kami yang mengalami kerusakan khususnya dinding-dindingnya," terangnya.

Stok Beras Dipindahkan ke Tenda

Rizal menjelaskan sebagian gudang Bulog menggunakan material seng pada bagian dinding, bukan beton. Guncangan gempa menyebabkan sejumlah dinding mengalami kerusakan, termasuk jebol di beberapa titik.

Untuk menjaga agar stok beras tidak rusak akibat kondisi gudang, Bulog memindahkan sebagian beras, terutama yang berada di Ruteng.

Beras tersebut sementara ditempatkan di tenda milik BNPB dan TNI. Bulog juga menggunakan palet sebagai alas agar beras tidak bersentuhan langsung dengan tanah dan terhindar dari air.

"Kami geser supaya tidak rusak berasnya kena air dan lain sebagainya kita masukkan tenda, pinjam tenda BNPB dan tenda-tendanya TNI untuk kita tempatkan beras tersebut di dalam tenda tersebut namun kita kasih palet bawahnya supaya tidak kena air dan lain sebagainya," ujarnya.

Stok beras yang berada di Ruteng juga akan diprioritaskan untuk segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bulog Punya 46 Gudang di NTT

Secara keseluruhan, Bulog memiliki 46 unit gudang di NTT dengan total kapasitas sekitar 50.400 ton.

Rinciannya, tiga gudang berada di Labuan Bajo dengan kapasitas 4.650 ton, tujuh gudang di Ruteng dengan kapasitas 7.400 ton, tiga gudang di Ende sekitar 3.000 ton, serta empat gudang di Larantuka dengan kapasitas 4.750 ton.

Selain itu, Bulog memiliki dua gudang di Kalabahi dengan kapasitas 2.200 ton, tiga gudang di Maumere berkapasitas 2.850 ton, lima gudang di Atambua dengan kapasitas 5.750 ton, serta dua gudang di Waikabubak dengan kapasitas 2.100 ton.

Kerusakan infrastruktur pascagempa turut menjadi tantangan dalam penyaluran bantuan pangan. Sejumlah wilayah, terutama Manggarai dan Ende, mengalami kerusakan jalan serta longsor.

Akibat kondisi tersebut, beberapa lokasi tidak dapat dijangkau kendaraan roda empat. Bulog pun meminta bantuan TNI dan Polri untuk mengangkut logistik menggunakan sepeda motor.

"Karena mobil sudah nggak bisa masuk, jalannya retak-retak. Oleh karena itu, kita minta bantu teman-teman TNI Polri pakai sepeda motor untuk mendorong logistik ini. Karena motor sangat-sangat bermanfaat sehingga bisa membawa sampai ke titik-titik tujuan," imbuhnya.

Selain melalui jalur darat, distribusi bantuan pangan juga dilakukan lewat jalur laut dan udara. Bulog berkoordinasi dengan BNPB untuk memanfaatkan helikopter dan pesawat yang dapat menjangkau landasan-landasan kecil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |