Harianjogja.com, JOGJA—Sibakul Jogja Sport & Fest 2026 menghadirkan nomor baru half marathon 21K untuk menarik lebih banyak pelari dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ajang yang digelar Dinas Koperasi dan UKM DIY tersebut berlangsung pada 12–13 September 2026 di Stadion Mandala Krida.
Pada penyelenggaraan tahun ini, peserta dapat memilih tiga kategori lari, yakni 5K, 10K, dan 21K atau half marathon. Nomor 21K menjadi tambahan baru dalam penyelenggaraan Sibakul Jogja Sport & Fest yang kini memasuki tahun keempat.
Para peserta nantinya akan diajak menikmati suasana pagi di Jogja sambil melewati sejumlah rute ikonik di jantung Kota Jogja. Rute tersebut antara lain Tugu Jogja, Jalan Malioboro, Benteng Vredeburg, Titik Nol Yogyakarta, Alun-alun Utara, Taman Sari, Alun-alun Kidul, Museum Perjuangan, Pura Pakualaman, dan sejumlah lokasi lainnya.
Suasana kompetisi juga akan diperkuat dengan aksi dukungan budaya dan hiburan di sepanjang race area. Di kawasan Pakualaman, panitia menghadirkan pertunjukan musik angklung tradisional, sedangkan titik Sudirman akan diisi aksi Drum Supporter.
Sementara itu, kawasan Titik Nol Kilometer akan menjadi salah satu cheer spot yang dilengkapi hiburan budaya. Kehadiran berbagai dukungan tersebut diharapkan memberikan energi tambahan bagi peserta hingga mencapai garis finish.
Half Marathon 21K Sasar Pelari Luar DIY
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Agus Mulyono mengatakan Sibakul Jogja Sport & Fest merupakan agenda rutin tahunan dan pada 2026 memasuki penyelenggaraan keempat. Acara utama dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2026 dengan tiga kategori, yaitu 5K, 10K, dan half marathon 21K.
Sehari sebelumnya, Sabtu (12/9/2026), sejumlah kegiatan juga disiapkan untuk memeriahkan Sibakul Jogja Sport & Fest. Selain menjadi waktu pengambilan jersey peserta, kegiatan berlangsung sejak pagi hingga sore dengan menggandeng PASI Yogyakarta untuk menggelar aktivitas lari bagi pelajar di Jogja.
"Jadi untuk meramaikan di samping memang ada acara-acara olahraga tradisional, macam-macam," ujarnya dihubungi, Rabu (9/9/2026).
Agus berharap penambahan kategori half marathon dapat memperluas jangkauan peserta, khususnya dari luar kota. Selama ini, kategori 5K dan 10K banyak diikuti peserta dari dalam kota.
"Penyelenggaraan half marathon itu untuk menarik runner-runner di luar DIY, lari ini bagian dari ekosistem pariwisata kan," ujarnya.
Menurut Agus, ketertarikan pelari dari luar DIY diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus memberikan dampak positif lainnya. Hal tersebut menjadi salah satu alasan nomor half marathon 21K dihadirkan dalam Sibakul Jogja Sport & Fest 2026.
Karena penyelenggaraan half marathon masih berada pada tahap awal, nantinya akan dilakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana peran dan partisipasi pelari dari luar daerah dalam kegiatan tersebut.
"Kita akan melihat sejauh mana sih peran ataupun nantinya partisipasi dari pelari-pelari luar itu bagian dari ya akan kita lakukan evaluasi," ujarnya.
Untuk nomor half marathon, panitia menargetkan sebanyak 500 peserta. Agus memperkirakan target tersebut sudah terpenuhi.
"Target sih sekitar 500, saya pikir sudah terpenuhi ya."
Gandeng Astra Financial hingga OJK
Penyelenggaraan Sibakul Jogja Sport & Fest 2026 dilakukan di tengah efisiensi anggaran. Karena itu, Dinas Koperasi dan UKM DIY berupaya menggandeng berbagai pihak untuk mendukung kesuksesan kegiatan, salah satunya Astra Financial.
Agus menjelaskan dalam pembicaraan dengan Astra terdapat kemungkinan penambahan kategori half marathon selain nomor 5K dan 10K yang selama ini telah tersedia. Penambahan nomor 21K tersebut dinilai menjadi bentuk penguatan kegiatan melalui kolaborasi.
Dengan hadirnya half marathon, Sibakul Jogja Sport & Fest diharapkan memiliki skala serta tingkat penyelenggaraan yang lebih tinggi.
"Sehingga dari sisi kelembagaan, grade-nya naik, ada tambahan di half marathon. Baru pertama untuk tahun ini," jelasnya.
Selain menghadirkan kompetisi lari, Dinas Koperasi dan UKM DIY juga akan mendorong literasi keuangan bagi pelaku UMKM melalui kegiatan tersebut. Salah satunya dengan menghadirkan pembicara dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Kebetulan kan yang kita gandeng ini kan lembaga pembiayaan juga yang tentunya terkait dengan literasi keuangan."
Agus berharap kolaborasi berbagai pihak dapat meningkatkan kualitas sekaligus skala Sibakul Jogja Sport & Fest 2026. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menarik minat masyarakat Jogja, tetapi juga masyarakat dari luar Jogja.
Dengan hadirnya nomor half marathon 21K, Sibakul Jogja Sport & Fest diharapkan semakin dikenal dan mampu menarik lebih banyak peserta dari berbagai daerah.
"Mudah-mudahan nanti bisa berjalan dengan baik dan sukses menggerakkan ekonomi dan sekaligus mengangkat UMKM di DIY," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
















































