Misteri Kematian Warga Boyolali, Makam Dibongkar Usai Dugaan Keracunan

7 hours ago 6

Harianjogja.com, BOYOLALI—Kasus kematian seorang perempuan di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, memasuki babak baru setelah kepolisian melakukan pembongkaran makam atau ekshumasi terhadap jenazah korban. Langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian yang diduga berkaitan dengan kasus keracunan usai menerima kiriman satai ayam.

Korban diketahui berinisial A atau Aminah, 57, warga Dukuh/Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak. Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah melakukan autopsi terhadap jenazah pada Sabtu (30/5/2026) guna mendukung penyelidikan yang sedang berlangsung.

Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih membenarkan adanya proses ekshumasi tersebut.

“Benar, kemarin dari Biddokkes Polda Jateng yang melakukan ekshumasi,” kata Winarsih saat dikonfirmasi, Minggu (31/5/2026).

Menurut Winarsih, autopsi dilakukan langsung di lokasi pemakaman. Namun, hasil pemeriksaan belum dapat disimpulkan karena masih menunggu analisis lebih lanjut dari tim forensik Polda Jawa Tengah.

Ia menjelaskan proses autopsi dilakukan setelah keluarga korban menyampaikan dugaan bahwa kematian Aminah berkaitan dengan keracunan setelah mengonsumsi satai ayam yang dikirim seseorang.

Berawal dari Kiriman Satai Ayam

Kecurigaan keluarga muncul setelah korban menerima kiriman satai ayam sehari sebelum ditemukan meninggal dunia. Informasi tersebut diungkapkan kakak korban, Widodo, 61.

Menurut Widodo, pada Senin (18/5/2026) sore, Aminah menerima kiriman satai ayam yang disebut berasal dari seseorang berinisial P yang berdomisili di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

“Satai ayam dipesan oleh P, dikirim lewat pengemudi ojek online ke rumah adik saya yang tinggal di Sindon. Pada Senin malam, P juga sempat menengok sambil membawa roti,” kata Widodo.

Kiriman makanan tersebut sempat menimbulkan pertanyaan karena korban tidak mengetahui secara pasti siapa pengirim sebenarnya. Sebelum menyantap satai, Aminah bahkan sempat menghubungi anaknya, Luriyanti, yang tinggal di Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak.

Saat itu, Luriyanti meminta ibunya untuk tidak memakan satai tersebut karena merasa tidak pernah mengirimkan makanan apa pun.

Namun keesokan harinya, Selasa (19/5/2026) pagi, Aminah ditemukan meninggal dunia di rumahnya. Kondisi korban saat ditemukan menimbulkan kecurigaan keluarga karena pakaian yang dikenakan terkena sisa muntahan makanan dan terdapat busa keluar dari mulut korban.

“Kalau kecurigaan keluarga, telinga dan mulut korban juga tampak membiru,” ujar Widodo.

Korban diketahui tinggal seorang diri di rumahnya di Sindon. Sementara kedua anaknya tinggal terpisah, masing-masing di Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, dan Kartasura, Sukoharjo.

Lima Ekor Ayam Dilaporkan Mati

Kecurigaan keluarga kemudian disampaikan ke Polsek Ngemplak pada Kamis (21/5/2026) sebelum akhirnya dilaporkan secara resmi ke Polres Boyolali pada Senin (25/5/2026).

Kuasa hukum keluarga korban, Wiwik Dwi Habsari, menyebut terdapat sejumlah fakta yang menurut keluarga perlu didalami oleh penyidik.

“Ada lima ayam yang memakan sisa satai ikut mati,” kata Wiwik.

Meski demikian, pihak keluarga menegaskan tidak menuduh siapa pun sebagai pelaku dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada kepolisian.

“Ini ranahnya pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab kematian korban, apakah sengaja dibunuh atau disebabkan karena keracunan,” ujarnya.

Menurut Wiwik, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, seseorang berinisial P diduga membeli satai ayam di wilayah Pandean, Kecamatan Ngemplak, lalu mengirimkannya ke rumah korban menggunakan jasa ojek online.

Pengiriman tersebut disebut menggunakan identitas anak kedua korban, yakni Luriyanti. Namun setelah dikonfirmasi keluarga, Luriyanti mengaku tidak pernah memesan ataupun mengirim satai ayam kepada ibunya.

Selain itu, penyidik juga telah mengamankan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.

“Menurut Wiwik, sejumlah barang bukti telah diamankan penyidik, termasuk pakaian korban yang terkena muntahan serta sampel ayam yang mati setelah memakan sisa satai.”

“Kami berharap hasil laboratorium forensik dapat segera diketahui sehingga penyebab kematian korban bisa terungkap secara jelas,” katanya.

Polisi Tunggu Hasil Autopsi dan Labfor

Pihak keluarga kembali menegaskan bahwa mereka tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan tidak mengarahkan tuduhan kepada pihak tertentu sebelum hasil penyelidikan selesai.

“Dalam kasus ini, kami tidak menuduh siapa pun dan kami menganut asas praduga tidak bersalah. Biarkan pihak kepolisian yang akan mengungkap dan menjelaskan kasus ini secara gamblang. Kami berharap hasil labfor dapat segera diketahui penyebab kematian korban,” ujarnya.

Hingga kini, Polres Boyolali masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik. Hasil analisis tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab kematian Aminah serta menentukan langkah penyelidikan dan proses hukum berikutnya dalam kasus dugaan keracunan yang masih menjadi misteri tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |