
Sejumlah wisatawan bermain kano di kawasan Pantai Drini di Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, belum lama ini. - Harian Jogja/David Kurniawan\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang pengunjung Pantai Drini, Kapanewon Tanjungsari, meninggal dunia setelah mengalami kejang dan henti napas saat berada di area parkir objek wisata tersebut pada Minggu (31/5/2026) siang.
Korban diketahui bernama Saronto, 63, warga Pengkol 3, Kalurahan Jatiayu, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Surisdiyanto, mengatakan laporan mengenai adanya pengunjung yang tidak sadarkan diri diterima petugas sekitar pukul 14.00 WIB.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas, korban datang ke Pantai Drini bersama Sutiyem dengan mengendarai sepeda motor dari rumahnya. Setibanya di lokasi wisata, keduanya memarkir kendaraan di area penginapan sebelum berjalan menuju lokasi penjual makanan dan minuman.
Korban sempat membeli es teh dan somay. Namun saat kembali menuju lokasi parkir sepeda motor, kondisinya tiba-tiba memburuk.
“Setelah membeli minuman dan makanan, korban kembali menuju lokasi parkir sepeda motor. Saat berada di area parkir, korban tiba-tiba mengalami kejang-kejang dan kemudian henti napas,” kata Surisdiyanto, Minggu.
Petugas Satlinmas Rescue yang sedang berjaga langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari pengunjung. Tim berupaya memberikan penanganan darurat, namun saat tiba di lokasi korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Selanjutnya, petugas melakukan proses evakuasi menggunakan ambulans Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
Surisdiyanto menjelaskan mobilisasi ambulans dilakukan setelah pihak keluarga dan saksi di lokasi mengajukan permohonan bantuan evakuasi.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban mengalami kejang hingga meninggal dunia belum diketahui. Petugas menyatakan korban sudah dalam kondisi meninggal saat dilakukan penanganan di lokasi kejadian.
“Petugas Satlinmas Rescue juga berkoordinasi dengan keluarga korban serta pihak terkait guna memastikan proses evakuasi berjalan aman, lancar, dan tertib,” ujarnya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi wisatawan untuk memperhatikan kondisi kesehatan saat beraktivitas di kawasan wisata, terutama bagi pengunjung lanjut usia atau yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Petugas juga mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































