Merapi Siaga: Lava Meluncur 1,7 Km, Warga Diminta Jauhi Sungai

5 hours ago 4

 Lava Meluncur 1,7 Km, Warga Diminta Jauhi Sungai Wisatawan berada di kawasan wisata lereng Gunung Merapi, Bungker Kaliadem, Sleman / Andreas Fitri Atmoko

Harianjogja.com, SLEMAN—Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Berdasarkan periode pengamatan Kamis (2/4/2026) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran di dalam daerah bahaya.

Secara visual, gunung tampak jelas meski diselimuti kabut. Seusai pengamatan enam jam terakhir, teramati asap kawah berwarna putih kelabu dengan intensitas tebal mencapai ketinggian 400 meter di atas puncak kawah. Kondisi cuaca di sekitar puncak dilaporkan mendung dengan suhu udara berkisar 17,9–20,5 derajat Celcius.

Luncuran Lava dan Catatan Kegempaan

Dalam periode tersebut, petugas mencatat 11 kali guguran lava yang meluncur ke arah barat daya, tepatnya menuju Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak. Jarak luncur maksimum terpantau mencapai 1.700 meter (1,7 km).

Dari sisi kegempaan, Merapi tercatat mengalami 38 kali gempa guguran dengan durasi hingga 194 detik. Selain itu, terekam pula 19 kali gempa hybrid/fase banyak serta 1 kali gempa tektonik jauh. Seusai rentetan kegempaan ini, BPPTKG menegaskan potensi ancaman bahaya berupa guguran lava dan awan panas masih sangat nyata.

Rekomendasi Zona Bahaya dan Mitigasi

BPPTKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi teknis bagi masyarakat di Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten:

  • Sektor Selatan-Barat Daya: Meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).
  • Sektor Tenggara: Meliputi Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
  • Radius Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak jika terjadi letusan.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam daerah potensi bahaya tersebut. Selain itu, kewaspadaan terhadap bahaya lahar hujan dan awan panas guguran (APG) perlu ditingkatkan, terutama saat terjadi hujan di seputar puncak Merapi.

Seusai adanya laporan aktivitas ini, tingkat aktivitas Merapi akan terus ditinjau kembali secara berkala. Bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai yang berhulu di Merapi, harap mengantisipasi gangguan abu vulkanik dan selalu memantau arahan dari otoritas setempat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |