Selat Hormuz Memanas, Dermaga Iran Diserang

2 hours ago 1

Selat Hormuz Memanas, Dermaga Iran Diserang Ilustrasi peta Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu - py.)

Harianjogja.com, ISTANBUL — Ketegangan di kawasan Selat Hormuz kembali meningkat setelah laporan serangan terhadap sejumlah fasilitas di wilayah pesisir Iran. Media Iran menyebut serangan tersebut melibatkan pasukan Amerika Serikat dan Israel.

Kantor berita Tasnim melaporkan, dua dermaga menjadi sasaran, yakni di Pulau Qeshm dan Bandar-e Charak. Wakil Gubernur Provinsi Hormozgan, Ahmad Nafisi, menyebut serangan menargetkan dermaga perikanan Doha di Qeshm serta fasilitas perikanan dan niaga di Bandar-e Charak.

Akibat insiden tersebut, sedikitnya lima orang dilaporkan terluka, masing-masing dua orang di Pulau Qeshm dan tiga lainnya di Bandar-e Charak. Tim pencarian dan penyelamatan masih dikerahkan untuk menangani dampak serangan.

Nafisi juga mengungkapkan bahwa serangan sebelumnya telah menyasar Dermaga Bahman di Pulau Qeshm serta fasilitas desalinasi air laut di wilayah tersebut. Selain itu, pelabuhan Shahid Haghani di Bandar Abbas juga dilaporkan menjadi target serangan pada Selasa.

Iran Bantah Klaim Trump

Di tengah eskalasi konflik, pemerintah Iran membantah pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang mengklaim Teheran tengah mengupayakan gencatan senjata.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan klaim tersebut tidak berdasar. Pernyataan serupa juga disampaikan Deputi Komunikasi Kantor Presiden Iran, Seyyed Mehdi Tabatabaei.

Menurut mereka, posisi Iran tidak berubah dalam menghadapi konflik dan tetap berkomitmen mempertahankan kedaulatan negara.

Latar Belakang Konflik

Konflik meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu yang menargetkan Teheran dan sejumlah kota lain. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat militer dan warga sipil.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke wilayah Israel serta aset milik AS di kawasan Timur Tengah. Iran juga memperketat kontrol di Selat Hormuz, termasuk membatasi akses kapal yang terafiliasi dengan kedua negara tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, Presiden AS kembali menyatakan Iran membuka peluang negosiasi. Namun Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menegaskan meski ada pertukaran pesan melalui pihak ketiga, tidak ada proses negosiasi yang sedang berlangsung.

Situasi di kawasan tetap dinamis dengan potensi eskalasi lanjutan, terutama mengingat posisi strategis Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi energi dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |