Jumali Selasa, 15 September 2026 07:17 WIB

Pembalap Ducati Marc Marquez. ANTARA/Ducati/am.
Harianjogja.com, JOGJA—Marc Marquez kini berada di puncak klasemen MotoGP 2026 setelah memenangkan Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano, Minggu (13/9/2026). Posisi tersebut menjadi modal penting bagi pembalap Ducati Lenovo itu untuk menghadapi persaingan gelar juara dunia yang semakin ketat.
Marc Marquez mengoleksi 274 poin, sama dengan Jorge Martin dari Aprilia Racing. Namun, pembalap asal Spanyol itu berhak menempati posisi pertama karena memiliki jumlah kemenangan Grand Prix lebih banyak, yakni lima kemenangan berbanding satu milik Martin.
Perubahan posisi tersebut membuat Marquez memasuki fase baru dalam perburuan gelar. Setelah sebelumnya berada dalam posisi mengejar, juara dunia bertahan itu kini harus mempertahankan keunggulan dari para rival yang memiliki jumlah poin sama di klasemen.
Marquez mengakui situasi tersebut turut memberikan dampak positif terhadap kondisi mentalnya. Menurut dia, berada di posisi pemimpin membuat tekanan dalam menjalani persaingan MotoGP 2026 terasa berbeda dibanding ketika harus mengejar pembalap lain.
"Secara mental, jauh lebih baik menjadi pemimpin dan yang dikejar daripada yang mengejar," kata Marc Marquez dilansir dari Motosan, Selasa (15/9/2026).
Performa Marc Marquez Meningkat
Kepercayaan diri Marquez tidak datang secara tiba-tiba. Pembalap yang merupakan kakak kandung Alex Marquez itu menilai performanya mulai menemukan arah positif setelah tampil di MotoGP Aragon.
Momentum tersebut kemudian berlanjut ketika dia menjalani akhir pekan balapan di Misano. Marquez akhirnya mampu mengamankan kemenangan kelima pada balapan utama MotoGP 2026 dan membawa tambahan 25 poin.
Hasil di San Marino juga membuat persaingan klasemen berubah. Jorge Martin harus puas finis kelima sehingga kehilangan posisi pertama, meskipun jumlah poinnya tetap sama dengan Marquez. Sementara itu, Marco Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan 241 poin setelah gagal finis akibat kecelakaan pada awal balapan.
Bagi Marquez, hasil positif dari beberapa seri terakhir membuatnya merasa lebih lepas ketika menjalani balapan. Kondisi mental tersebut dinilainya membantu dirinya berkonsentrasi terhadap pekerjaan di lintasan tanpa terlalu terbebani posisi dalam persaingan kejuaraan.
"Memang benar bahwa setelah Aragón, apa yang terjadi seminggu setelah Aragón dan akhir pekan ini, saya menemukan diri saya dengan kebebasan mental," katanya.
Marquez kemudian menjelaskan bahwa kebebasan tersebut memberinya ruang untuk lebih fokus ketika menghadapi setiap sesi balapan.
"Itu memungkinkan saya untuk memimpin dan fokus pada pekerjaan saya," sambungnya.
Austria Jadi Tantangan Berikutnya
Pekerjaan Marquez dalam mempertahankan posisi teratas belum selesai. Setelah menyelesaikan MotoGP San Marino, rombongan MotoGP langsung bersiap menuju Red Bull Ring di Spielberg, Austria.
Grand Prix Austria akan menjadi ronde ke-15 MotoGP 2026 dan dijadwalkan berlangsung pada 18-20 September 2026. MotoGP secara resmi mencatat Marquez dan Martin tiba di Austria dengan koleksi 274 poin, sedangkan Bezzecchi tertinggal 33 poin di posisi ketiga.
Dengan selisih poin yang sangat tipis, hasil di Red Bull Ring kembali menjadi kesempatan bagi Marquez dan Martin untuk mengubah posisi dalam perebutan gelar. Marquez datang sebagai pemimpin klasemen, sementara Martin masih memiliki jumlah poin yang sama dan hanya tertinggal dalam jumlah kemenangan.
Bagi pembalap Ducati Lenovo tersebut, keunggulan di klasemen kini menjadi situasi yang berbeda karena dia tidak lagi sekadar memburu rival. Performa di Austria akan menjadi bagian berikutnya dari upayanya menjaga posisi teratas MotoGP 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































