Macklemore Dikeluarkan dari Tur Ed Sheeran Gegara Bela Palestina

5 hours ago 2


Harianjogja.com, JOGJA—Macklemore tidak lagi menjadi penampil pendukung dalam sisa rangkaian Loop Tour Ed Sheeran di Amerika Serikat. Rapper asal Amerika Serikat itu mengatakan keputusan tersebut berkaitan dengan pernyataannya soal Palestina, sementara promotor menyebut sejumlah pengelola venue tidak bersedia menggelar konser jika Macklemore tetap masuk dalam daftar penampil.

Macklemore sebelumnya dijadwalkan tampil dalam delapan dari 10 pertunjukan tersisa pada tur stadion Sheeran. Rangkaian konser tersebut dijadwalkan berlanjut pada 19 September di Philadelphia.

Sejumlah venue yang masuk dalam jadwal penampilan Macklemore antara lain Gillette Stadium di Foxborough, Massachusetts; Mercedes-Benz Stadium di Atlanta, Georgia; Lucas Oil Stadium di Indianapolis; serta sejumlah stadion lainnya di Amerika Serikat.

Dalam unggahan di media sosial pada Senin (14/9/2026), Macklemore mengatakan dirinya telah dikeluarkan dari tur tersebut setelah muncul tekanan dari pemilik sejumlah stadion. Ia secara khusus menyebut Robert Kraft, pemilik New England Patriots sekaligus kelompok usaha yang memiliki Gillette Stadium.

“Saya akan berbicara dari lubuk hati dan menyampaikan kebenaran,” tulis Macklemore dalam unggahannya dilihat Selasa (15/9/2026).

“Ed Sheeran dan timnya telah memutuskan untuk mencoret saya dari tur The Loop.”

Macklemore sebut Robert Kraft berada di balik tekanan

Menurut Macklemore, keputusan tersebut bermula setelah Kraft menghubungi Sheeran. Macklemore mengatakan Sheeran memberitahunya bahwa dirinya tidak diizinkan tampil di Gillette Stadium dan Kraft kemudian berupaya mendapatkan dukungan dari pemilik venue lain.

“Senin lalu, di tengah sorotan media terhadap Pink dan apa yang saya katakan di MetLife, Ed memberi tahu saya bahwa Robert Kraft meneleponnya. Kami dijadwalkan tampil di Stadion Gillette akhir bulan ini, stadion yang dimiliki oleh Kraft Group,” kata Macklemore.

“Ed mengatakan bahwa Kraft menyatakan saya tidak diizinkan tampil di stadion miliknya. Ed juga bercerita bahwa Kraft telah menggalang dukungan dari beberapa pemilik stadion lain dan mereka bersama-sama memberikan ultimatum: jika Macklemore tetap ikut dalam tur, kalian tidak akan diizinkan tampil di tempat kami',” kata Macklemore.

Kraft kemudian memberikan tanggapan. Ia membenarkan bahwa Gillette Stadium memutuskan Macklemore tidak diperbolehkan tampil dan mengatakan keputusan itu berkaitan dengan apa yang disebutnya sebagai kekhawatiran terhadap pernyataan serta sejarah rapper tersebut. Kraft juga mengatakan sikapnya ditujukan untuk melawan kebencian dan antisemitisme.

Macklemore: Korbannya rakyat Palestina

Dalam pernyataannya, Macklemore menolak menggambarkan dirinya, Sheeran, maupun penyanyi Pink sebagai korban dalam persoalan tersebut. Ia justru mengarahkan perhatian pada warga Palestina yang menurutnya menjadi korban konflik di Gaza dan Tepi Barat.

“Para korbannya adalah rakyat Palestina. Para pria, wanita, dan anak-anak yang telah terbunuh, dibuat kelaparan, terusir dari tempat tinggalnya, dan dipaksa menjalani kekerasan yang tak terbayangkan,” kata Macklemore.

“Lebih dari 20.000 anak telah tewas di Gaza saja. Orang-orang terbunuh hari ini, dan orang-orang akan terbunuh besok. Saya ingin memastikan bahwa saat saya menceritakan kisah ini, kita tidak melupakan fakta tersebut.”

Macklemore juga mengatakan Sheeran berada dalam posisi sulit karena harus menghadapi konsekuensi dari pernyataan politik di tengah bisnis pertunjukan berskala besar. Ia menyebut sikap yang tidak memihak dapat dipahami karena artis berisiko kehilangan uang, kontrak, sponsor, festival, pertunjukan privat, hubungan, dan akses.

“Namun, tidak ada posisi netral antara pihak penindas dan pihak yang tertindas. Ketika satu pihak memiliki bom serta dukungan finansial dan militer yang tak terbatas dari Amerika, sikap menolak untuk memihak tidak lantas menempatkan Anda di posisi tengah,” katanya.

Promotor sebut keputusan untuk mencegah tur batal

Di sisi lain, Messina Touring Group, promotor Loop Tour di Amerika Serikat, memberikan penjelasan mengenai keputusan mengeluarkan Macklemore. Promotor mengatakan pengelola sejumlah venue telah menyampaikan bahwa mereka tidak akan mengizinkan konser berlangsung jika Macklemore tetap menjadi bagian dari daftar penampil.

“Sebagai promotor konser untuk 'Loop Tour' Ed Sheeran di Amerika Serikat, kami telah diberitahu oleh pihak pengelola lokasi konser untuk jadwal tur mendatang bahwa mereka tidak mengizinkan penyelenggaraan konser jika Macklemore masuk dalam daftar penampil. Hal ini dapat berujung pada pembatalan tur dan berdampak pada ratusan ribu penggemar,” kata Messina Touring Group.

Setelah berdiskusi dengan berbagai pihak terkait, diputuskan bahwa Macklemore tidak akan tampil dalam jadwal pertunjukan pendukung yang tersisa,” kata mereka.

Promotor tidak menyebut secara rinci venue mana saja yang secara spesifik menolak Macklemore. Namun, laporan mengenai keputusan tersebut menyebut sejumlah stadion di Philadelphia, wilayah Boston, Atlanta, Charlotte, Indianapolis, Dallas, dan Tampa sebagai lokasi yang terdampak keputusan tersebut.

Kontroversi bermula dari panggung MetLife

Persoalan ini bermula ketika Macklemore tampil dalam Loop Tour di MetLife Stadium, New Jersey, pada Jumat (4/9). Di atas panggung, ia menyampaikan dukungan untuk Palestina dan meminta penonton tidak melupakan penderitaan warga di Gaza serta Tepi Barat.

“Saya percaya bahwa setiap manusia yang hidup di muka bumi ini berhak mendapatkan kebebasan yang sama persis,” tuturnya kala itu.

Dalam penampilannya, Macklemore juga menyerukan “Free Palestine” dan menampilkan gambar kehancuran di Gaza ketika membawakan lagu protes “Hind's Hall”. Pernyataan tersebut kemudian memicu reaksi dari sejumlah kelompok dan pihak lain.

Israeli American Council (IAC) kemudian meluncurkan petisi yang mendesak agar Macklemore dikeluarkan dari sisa rangkaian Loop Tour. IAC menilai panggung konser seharusnya tidak digunakan untuk mempromosikan agenda politik sepihak.

Penyanyi Pink juga ikut terseret dalam polemik setelah mengomentari kontroversi tersebut. Macklemore menyebut dirinya tetap mempertahankan pandangan yang disampaikan di atas panggung meski mendapat reaksi dari sejumlah pihak.

Sementara itu, keputusan mengeluarkan Macklemore kini membuat sisa konser Loop Tour di Amerika Serikat berjalan tanpa rapper tersebut. Jadwal tur selanjutnya tetap dijadwalkan dimulai di Philadelphia pada 19 September, sedangkan promotor menyatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan risiko pembatalan konser dan dampaknya terhadap para penonton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |