Harga Rumah Yogyakarta Tembus Rp2 Miliar, Sleman Paling Dicari

5 hours ago 2

Jumali

Jumali Selasa, 15 September 2026 09:57 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Harga penawaran rumah di Yogyakarta mencapai median Rp2 miliar pada Agustus 2026. Berdasarkan data internal Rumah123, angka tersebut meningkat 14,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara jumlah listing aktif justru menyusut 27,4% menjadi 4.424 listing.

Di tengah perubahan harga dan pasokan tersebut, Sleman menjadi wilayah dengan minat pencarian rumah paling tinggi di Yogyakarta. Area ini menyumbang 20,4% dari seluruh enquiry atau permintaan informasi rumah yang tercatat Rumah123 pada Agustus 2026.

Data Rumah123 menunjukkan minat pencarian rumah di Sleman lebih tinggi dibandingkan sejumlah kawasan lain. Umbulharjo berada di posisi berikutnya dengan proporsi enquiry 14,3%, sedangkan Maguwoharjo mencapai 13,1%.

Sleman juga menjadi wilayah dengan jumlah listing aktif terbanyak. Tercatat terdapat 893 listing rumah yang tersedia di kawasan tersebut pada Agustus 2026.

Kondisi tersebut membuat Sleman menempati posisi menonjol dalam data pasar rumah Yogyakarta, baik dari sisi ketersediaan listing maupun minat pencarian calon pembeli. Namun, harga rumah di kawasan ini menunjukkan pergerakan berbeda ketika dilihat berdasarkan ukuran bangunan atau luas rumah.

Untuk rumah dengan luas 91-150 meter persegi, median harga penawaran di Sleman tercatat Rp1,8 miliar. Angka tersebut turun 1,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya berdasarkan 264 listing aktif yang menjadi dasar penghitungan.

Sementara itu, secara keseluruhan Yogyakarta mencatat median harga penawaran rumah sebesar Rp2 miliar. Pertumbuhan 14,3% secara tahunan menunjukkan adanya kenaikan pada nilai penawaran rumah di pasar yang dipantau Rumah123 selama Agustus 2026.

Pada saat yang sama, jumlah listing aktif rumah di Yogyakarta hanya mencapai 4.424. Jumlah tersebut turun 27,4% dibandingkan Agustus tahun sebelumnya.

Dengan demikian, data Agustus memperlihatkan dua pergerakan yang berbeda dalam pasar rumah Yogyakarta. Median harga penawaran mengalami pertumbuhan secara tahunan, sedangkan jumlah properti yang tercatat aktif di platform mengalami penurunan.

Bagi pencari rumah, perubahan jumlah listing menjadi salah satu data yang perlu diperhatikan ketika mencari properti. Berkurangnya listing aktif menunjukkan jumlah rumah yang tercatat tersedia di platform lebih sedikit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meski data tersebut tidak secara langsung menggambarkan keseluruhan pasokan rumah di pasar Yogyakarta.

Sleman menjadi salah satu kawasan yang menarik perhatian dalam data tersebut. Selain mempunyai 893 listing aktif, wilayah ini juga mencatat proporsi enquiry terbesar, yakni 20,4% dari seluruh enquiry rumah di Yogyakarta.

Umbulharjo dan Maguwoharjo mengikuti dari sisi minat pencarian. Masing-masing mencatat proporsi enquiry sebesar 14,3% dan 13,1% pada Agustus 2026.

Rumah123 menyatakan akan terus memantau perkembangan harga, ketersediaan properti, serta minat pencarian rumah di Yogyakarta. Pemantauan tersebut ditujukan untuk memberikan gambaran mengenai dinamika pasar properti lokal dari waktu ke waktu.

Data tersebut dapat menjadi salah satu referensi bagi masyarakat yang sedang mencari rumah maupun mengikuti perkembangan pasar properti Yogyakarta. Meski demikian, angka Rumah123 merupakan data internal berdasarkan aktivitas listing dan enquiry di platform tersebut sehingga tidak mewakili seluruh transaksi maupun penawaran rumah di Yogyakarta. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |