
Foto ilustrasi. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, SLEMAN — Situasi darurat terjadi di wilayah Kabupaten Sleman setelah laporan dugaan kebocoran gas memicu evakuasi warga pada Sabtu (9/5/2026) dini hari. Aparat gabungan bergerak cepat mengevakuasi masyarakat dalam radius hingga 300 meter dari lokasi kejadian guna menghindari dampak yang lebih serius.
Tim dari BPBD Sleman bersama petugas pemadam kebakaran langsung melakukan langkah tanggap darurat begitu menerima laporan sekitar tengah malam. Fokus utama penanganan adalah menyelamatkan warga yang terdampak paparan gas berbau menyengat tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menjelaskan koordinasi cepat dilakukan lintas instansi untuk meminimalkan risiko kesehatan masyarakat.
"Kami menghubungi Damkar, Damkar Sleman dan juga BPBD untuk tindak lanjut mitigasinya, yang paling mendesak adalah untuk pengungsian warga sekitar," terang Bambang pada Sabtu (9/5/2026).
Evakuasi dilakukan terhadap warga yang berada dalam radius sekitar 200 hingga 300 meter dari titik sumber dugaan kebocoran. Langkah ini diambil setelah sejumlah warga melaporkan gejala gangguan kesehatan seperti sesak napas, iritasi mata, hingga rasa perih akibat paparan udara yang tercemar.
"Karena ada dampak yaitu sesak napas, pedih di mata, iritasi mata dan juga bau yang menyengat, sehingga harus diungsikan radius kurang lebih 200 sampai 300 meter dari lokasi," ujarnya.
"Yang pertama langkah pertama menjauhkan dari sumber bahaya lah," tegas Bambang.
Selain proses evakuasi, BPBD Sleman juga melakukan distribusi alat pelindung dasar bagi warga. Sebanyak 1.000 masker dibagikan pada malam hari, disusul tambahan 500 masker pada pagi harinya untuk mengantisipasi dampak lanjutan.
"Kita dorong masker malam tadi pagi, kita dorong masker. Pagi ini juga minta masker lagi begitu, karena memang masyarakat sudah menjauh ya, menjauh dan bau juga jam 5 tadi pagi masih infonya masih sangat menyengat di sekitaran lokasi," ungkapnya.
Hingga Sabtu pagi, bau menyengat dilaporkan masih tercium di sekitar lokasi kejadian, meski sebagian warga telah menjauh ke titik aman. Petugas masih melakukan penelusuran untuk memastikan sumber kebocoran serta mengukur tingkat keamanan udara sebelum warga diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bahaya lingkungan, terutama yang berkaitan dengan zat berbahaya di udara. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika menemukan indikasi serupa di lingkungan sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































