Harga Biodiesel dan Bioetanol Mei 2026 Resmi Naik

2 hours ago 1

Harga Biodiesel dan Bioetanol Mei 2026 Resmi Naik

Petugas SPBU hendak melayani pembelian Pertamax Green 95. - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menaikkan harga indeks pasar (HIP) bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel dan bioetanol untuk periode Mei 2026. Kenaikan harga ini terjadi dibandingkan bulan sebelumnya seiring penyesuaian harga bahan baku dan kurs rupiah terhadap dolar AS.

Kenaikan HIP biodiesel dan bioetanol tersebut menjadi bagian dari kebijakan pemerintah dalam mendukung implementasi energi baru terbarukan sekaligus menjaga keberlanjutan program campuran bahan bakar nabati nasional.

Berdasarkan ketetapan Kementerian ESDM, HIP biodiesel pada Mei 2026 dipatok sebesar Rp14.917 per liter ditambah ongkos angkut. Nilai tersebut naik dibandingkan April 2026 yang berada di angka Rp14.262 per liter ditambah ongkos angkut.

Sementara itu, besaran konversi crude palm oil (CPO) menjadi biodiesel ditetapkan sebesar US$85 per metrik ton. Angka ini tercatat masih sama seperti yang berlaku sejak Desember 2025.

Besaran HIP biodiesel dihitung berdasarkan ketentuan dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 3.K/EK.05/DJE/2024 tentang Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel yang Dicampurkan ke Dalam Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar.

Adapun ongkos angkut mengacu pada Lampiran I Keputusan Menteri ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025.

Formula perhitungan HIP biodiesel menggunakan rumus:
HIP = (harga CPO KPB rata-rata + US$85 per ton) x 870 kg per m³ + ongkos angkut.

Dalam formula tersebut, angka 870 kg per m³ digunakan sebagai faktor konversi dari kilogram ke liter.

Pemerintah menggunakan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp17.074 per dolar AS untuk perhitungan Mei 2026.

Selain biodiesel, pemerintah juga menetapkan kenaikan harga bioetanol. HIP bioetanol Mei 2026 ditetapkan sebesar Rp7.992 per liter atau naik tipis dibanding April 2026 yang berada di level Rp7.957 per liter.

Perhitungan HIP bioetanol menggunakan formula:
HIP = (harga tetes tebu KPB rata-rata periode tiga bulan x 4,125 kg per liter) + US$0,25 per liter.

Harga tetes tebu KPB rata-rata periode 15 Oktober 2025 hingga 14 Februari 2026 tercatat sebesar Rp907 per kilogram.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia yang digunakan dalam perhitungan bioetanol sebesar Rp17.008 per dolar AS.

Angka 4,125 kg per liter digunakan sebagai faktor konversi dari kilogram ke liter. Sedangkan tambahan US$0,25 per liter merupakan nilai konversi bahan baku menjadi bioetanol.

Kenaikan harga biodiesel dan bioetanol ini diperkirakan akan berpengaruh terhadap implementasi program energi campuran nasional, termasuk program biodiesel B50 dan pengembangan bioetanol E10 yang terus didorong pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |