Hadapi Musim Hujan, Pemkot Jogja Diminta Petakan Sungai Rawan Banjir

8 hours ago 6

Hadapi Musim Hujan, Pemkot Jogja Diminta Petakan Sungai Rawan Banjir

Sungai Code di Kota Jogja. - Antara

Harianjogja.com, JOGJA— Pemkot Jogja diminta mencermati kondisi sungai dan bantaran sungai yang masih masuk kategori rawan sebagai bagian dari mitigasi bencana. Langkah tersebut penting dilakukan sebelum memasuki musim penghujan untuk mengantisipasi potensi banjir di Kota Jogja.

Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja, RM Sinarbiyat Nujanat, mengatakan kesiapsiagaan bencana perlu dilakukan melalui langkah antisipatif dan preventif. Menurutnya, dukungan anggaran juga harus dipastikan memadai agar pemerintah daerah dapat merespons apabila bencana terjadi.

"Anggaran bencana ini sebetulnya terkait dengan antisipasi dan kita melakukan langkah-langkah preventif," katanya, Kamis (10/9/2026).

BTT Bisa Jadi Alternatif Anggaran Bencana

Sinarbiyat menilai kesiapan anggaran penting karena bencana dapat terjadi sewaktu-waktu dan membutuhkan respons cepat dari pemerintah daerah. Selain anggaran khusus kebencanaan, Pemkot Jogja dapat memanfaatkan Belanja Tidak Terduga (BTT) apabila terjadi kondisi darurat.

Menurutnya, ketersediaan BTT dalam APBD Perubahan Kota Jogja cukup longgar. Kondisi tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pembiayaan apabila anggaran kebencanaan tidak mencukupi.

Meski demikian, penggunaan BTT untuk penanganan bencana tetap membutuhkan kebijakan dan keputusan kepala daerah dengan mempertimbangkan kondisi kedaruratan.

"Kalau toh di anggaran kebencanaannya tidak cukup memadai untuk mengantisipasi jika kemudian terjadi bencana di wilayah Jogja, paling tidak di BTT itu harapannya bisa meng-cover," ujarnya.

KTB Jadi Modal Kesiapsiagaan

Di sisi lain, Sinarbiyat menilai kesiapsiagaan sumber daya manusia (SDM) di Kota Jogja relatif baik. Keberadaan Kampung Tangguh Bencana (KTB) yang tersebar di berbagai wilayah menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi potensi bencana.

Menurut dia, KTB tidak hanya dibentuk secara kelembagaan, tetapi juga mendapatkan dukungan peralatan dan perlengkapan kebencanaan dari APBD DIY maupun APBD Kota Jogja.

BPBD Kota Jogja bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan juga secara berkala memberikan pelatihan kepada masyarakat. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas sekaligus menyegarkan kembali pengetahuan warga mengenai penanggulangan bencana.

"Saya kok punya keyakinan masyarakat Kota Jogja sangat siap," katanya.

Sungai dan Bantaran Jadi Perhatian

Meski kesiapsiagaan masyarakat dinilai baik, Sinarbiyat mengatakan mitigasi tetap perlu diperkuat karena Kota Jogja memiliki sejumlah potensi bencana. Selain dampak aktivitas Gunung Merapi dan gempa bumi, banjir menjadi salah satu ancaman yang perlu diantisipasi.

Kondisi tersebut tidak lepas dari wilayah Kota Jogja yang dilintasi sejumlah sungai, di antaranya Sungai Gajah Wong dan Sungai Winongo. Karena itu, titik-titik rawan banjir perlu dicermati, terutama kawasan sungai dan bantaran sungai menjelang musim penghujan.

"Yang pertama harus mencermati, mengidentifikasi sungai-sungai dan bantaran sungai yang masih masuk kategori rawan," tuturnya.

Selain memetakan kawasan rawan, Pemkot Jogja dinilai perlu memastikan kondisi talud sungai. Sedimentasi lumpur juga perlu diantisipasi karena dapat menghambat aliran air.

"Talutnya mungkin juga sedimentasi lumpur sehingga perlu pengerukan, perlu pelimpuran dan lain sebagainya," katanya.

Penanganan tersebut dinilai perlu dilakukan sebelum intensitas hujan meningkat. Dengan begitu, berbagai persoalan di sepanjang sungai dapat ditangani lebih awal sehingga potensi banjir di sejumlah kawasan bantaran sungai dapat diminimalkan.

"Kita harapkan semua banjir di bantaran sungai itu sudah tidak terjadi lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Sungai-sungai kita sudah jauh lebih tertata, jauh sudah bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |