Penjualan Motor Agustus Turun 6,22%, Target 2026 Terancam?

1 hour ago 2

Jumali

Jumali Jum'at, 11 September 2026 16:47 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Penjualan sepeda motor di Indonesia belum mampu mempertahankan lonjakan pada Juli 2026. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan distribusi motor ke pasar domestik pada Agustus mencapai 596.461 unit, turun 39.569 unit atau 6,22 persen dibandingkan Juli yang mencatat 636.030 unit.

Meski turun secara bulanan, pasar sepeda motor belum sepenuhnya kehilangan momentum. Penjualan Agustus 2026 masih tumbuh 3,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ketika distribusi domestik tercatat 578.041 unit.

Dengan tambahan penjualan pada Agustus, total distribusi sepeda motor domestik sepanjang Januari-Agustus 2026 telah mencapai sekitar 4,46 juta unit. Angka tersebut sekaligus menjadi pijakan industri untuk mengejar target penjualan sepanjang tahun yang berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.

Empat Bulan Menentukan Pencapaian Target

Posisi pasar hingga Agustus membuat empat bulan terakhir 2026 menjadi periode penting bagi industri sepeda motor. Untuk mencapai batas bawah target 6,4 juta unit, industri masih membutuhkan penjualan sekitar 1,94 juta unit hingga Desember.

Artinya, rata-rata distribusi perlu berada di kisaran 484 ribu unit per bulan selama empat bulan terakhir tahun ini.

Target tersebut harus dikejar ketika pergerakan pasar masih naik turun. Setelah mencatat 636.030 unit pada Juli, distribusi domestik kembali turun pada Agustus menjadi 596.461 unit.

Meski demikian, industri masih memiliki sejumlah momentum untuk mendorong penjualan menjelang akhir tahun. Peluncuran model baru dan pameran otomotif menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan untuk menarik minat konsumen.

Salah satu agenda yang akan menjadi perhatian adalah Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2026. Pameran tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20-29 November 2026 di ICE BSD City, Tangerang.

Ekspor Motor Juga Mengalami Penurunan

Tantangan industri sepeda motor tidak hanya terlihat di pasar domestik. Kinerja pengiriman ke pasar luar negeri pada Agustus 2026 juga mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Ekspor sepeda motor dalam bentuk utuh atau Completely Built Up (CBU) tercatat 50.254 unit pada Agustus. Jumlah tersebut turun 23,59 persen dibandingkan Juli yang mencapai 65.769 unit.

Penurunan juga terjadi pada pengiriman dalam bentuk Completely Knock Down (CKD). Pada Agustus, ekspor CKD tercatat 687.125 unit, turun 7,43 persen dari 742.315 unit pada Juli.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan yang dihadapi industri sepeda motor tidak hanya berkaitan dengan penyerapan pasar dalam negeri. Permintaan dari pasar global juga ikut menghadapi perlambatan pada periode yang sama.

Skutik Tetap Mendominasi Pasar Dalam Negeri

Di tengah perubahan penjualan tersebut, sepeda motor jenis skutik masih menjadi tulang punggung pasar domestik. Konsumen Indonesia secara umum masih banyak memilih segmen tersebut untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Namun, AISI kini tidak lagi membuka rincian distribusi berdasarkan model maupun segmen kendaraan seperti yang dilakukan beberapa tahun sebelumnya.

Kebijakan tersebut membuat gambaran mengenai pergerakan masing-masing segmen menjadi lebih terbatas. Meski demikian, dominasi skutik dalam preferensi konsumen Indonesia masih menjadi gambaran penting mengenai struktur pasar sepeda motor nasional.

Dengan total penjualan sekitar 4,46 juta unit hingga Agustus, industri sepeda motor masih membutuhkan tambahan sekitar 1,94 juta unit untuk mencapai target bawah 6,4 juta unit sepanjang 2026.

Pergerakan penjualan dalam empat bulan terakhir akan menjadi penentu seberapa dekat industri dapat mencapai target tersebut. Peluncuran produk baru dan agenda pameran seperti IMOS 2026 menjadi bagian dari momentum yang tersedia bagi pelaku industri menjelang penutupan tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |