Ford Patenkan Mobil yang Bisa Bergerak Sendiri Hindari Tabrakan

5 hours ago 2

Jumali

Jumali Senin, 11 Mei 2026 12:07 WIB

Ford Patenkan Mobil yang Bisa Bergerak Sendiri Hindari Tabrakan

Ilustrasi mobil Ford/Ford.co.uk

Harianjogja.com, JOGJA -- Bayangkan mobil Anda yang sedang terparkir tiba-tiba bergerak sendiri untuk menghindari benturan. Konsep ini kini bukan lagi fiksi ilmiah. Ford Motor Company telah mematenkan sistem cerdas yang memungkinkan kendaraan mendeteksi  bahaya dan mengambil tindakan sendiri saat parkir.

Dilansir dari Drive, raksasa otomotif asal Amerika Serikat tersebut mematenkan System for Detecting Moving Objects ke United States Patent and Trademark Office (USPTO) pada Desember 2023. Dokumen itu baru dipublikasikan pada Mei 2026 dan mengungkap detail teknologi yang berpotensi mengubah cara mobil melindungi dirinya saat tidak dikendarai.

Dalam sistem ini, mobil akan terus memantau area sekitar menggunakan sensor ketika dalam kondisi parkir. Jika terdeteksi objek bergerak seperti kendaraan lain, sepeda motor, atau bahkan benda seperti kereta dorong yang berpotensi menabrak, sistem akan mengeluarkan peringatan awal. Bentuknya bisa berupa lampu berkedip atau klakson sebagai sinyal peringatan.

Jika ancaman tetap tinggi, mobil akan menganalisis ruang kosong di sekitarnya. Apabila tersedia area aman, kendaraan dapat bergerak secara otomatis—maju atau mundur beberapa meter—untuk menghindari benturan. Ini menjadikan mobil tidak lagi sekadar menunggu di tempat, tetapi aktif menghindari risiko kerusakan.

Ford juga menyiapkan mekanisme untuk kondisi terburuk. Jika tabrakan tetap terjadi, sistem akan merekam kejadian secara otomatis menggunakan kamera dan sensor. Rekaman tersebut dapat digunakan sebagai bukti digital untuk klaim asuransi atau kebutuhan investigasi kecelakaan.

Teknologi ini juga membuka integrasi komunikasi antar kendaraan melalui V2V (vehicle-to-vehicle) dan V2X (vehicle-to-everything). Dengan sistem tersebut, mobil dapat saling bertukar informasi mengenai potensi bahaya di sekitar, termasuk memberi peringatan dini terhadap kondisi berisiko di area parkir.

Tiga insinyur Ford yang tercatat sebagai penggagas sistem ini adalah Erol Sumer, Smruti Panigrahi, dan Ehsan Arabi. Mereka merancang teknologi ini dengan tujuan tidak hanya mengurangi risiko benturan, tetapi juga menekan biaya perbaikan serta meningkatkan keselamatan kendaraan secara keseluruhan.

Meski demikian, Ford belum memberikan kepastian kapan teknologi ini akan diterapkan pada mobil produksi massal. Namun, paten ini menunjukkan arah baru industri otomotif, di mana kendaraan tidak hanya pintar saat dikendarai, tetapi juga mampu melindungi dirinya sendiri saat sedang diam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |