El Nino Sangat Kuat, Kemarau di Jawa Tengah Bagian Selatan Mundur sampai Oktober

6 hours ago 5

Newswire

Newswire Kamis, 10 September 2026 11:17 WIB

El Nino Sangat Kuat, Kemarau di Jawa Tengah Bagian Selatan Mundur sampai Oktober

Warga mengantre untuk mengambil air bersih di bak penampungan air menggunakan galon di Desa Kunden, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Senin (24/8/2026).Solopos

Harianjogja.com, CILACAP—Musim kemarau di Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan, khususnya Cilacap dan sekitarnya, berpotensi berlangsung lebih lama hingga Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino yang masih berlangsung.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan kondisi cuaca pada awal September 2026 mulai bervariasi. Kondisi berawan dan hujan juga semakin sering muncul di sejumlah wilayah.

Namun, hujan yang turun pada 7 dan 8 September masih tergolong sangat ringan serta bersifat lokal dan sporadis.

“Pada 7 September, hujan tercatat di Nusawungu 1 milimeter (mm), Binangun 2 mm, Maos 2 mm, dan Jeruklegi 1 mm per hari. Sementara pada 8 September, hujan tercatat di Kroya 1 mm, Nusawungu 1 mm, dan Dayeuhluhur 3 mm. Wilayah lainnya masih belum mengalami hujan,” katanya.

Hujan Belum Ubah Status Kemarau

Menurut Teguh, hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Cilacap belum cukup untuk mengubah status musim kemarau menjadi musim penghujan. Sebab, kondisi tersebut belum memenuhi kriteria awal musim hujan.

Kriteria awal musim hujan yang digunakan adalah curah hujan lebih dari 50 mm dalam satu dasarian dan diikuti kondisi serupa pada dua dasarian berikutnya.

Curah hujan di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap hingga 9 September 2026 juga masih berada di bawah kondisi normal.

“Berdasarkan data normal periode 1991-2020, curah hujan dasarian pertama September seharusnya mencapai 36 mm, tetapi hingga 9 September 2026 tercatat 0 mm,” katanya menjelaskan.

Kondisi curah hujan yang masih rendah tersebut tidak terlepas dari pengaruh El Nino. Fenomena tersebut masih berlangsung dan memberikan dampak terhadap pola musim kemarau di wilayah Cilacap dan sekitarnya.

El Nino Sangat Kuat Pengaruhi Kemarau Cilacap

Teguh mengatakan indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) rata-rata tiga bulanan periode Juni-Juli-Agustus (JJA) tercatat 2,2. Angka tersebut menunjukkan El Nino dengan intensitas sangat kuat.

“Kondisi itu menyebabkan kemarau berlangsung lebih lama dan lebih kering. Sejak Juni 2026, curah hujan sangat kurang dan sejumlah wilayah Cilacap mengalami hari tanpa hujan dalam periode panjang,” katanya.

Berdasarkan pemantauan hingga 31 Agustus 2026, kondisi kekeringan di Cilacap juga menunjukkan perbedaan antardaerah.

Cilacap bagian tengah dan timur masuk kategori kekeringan ekstrem dengan lebih dari 60 hari tanpa hujan. Sementara itu, Cilacap bagian barat berada pada kategori enam hingga 20 hari tanpa hujan.

Adapun wilayah selatan Cilacap mengalami kekeringan sangat panjang selama 31-60 hari tanpa hujan.

Curah Hujan September Diprediksi Rendah

Untuk September 2026, BMKG memprakirakan curah hujan di Cilacap secara umum berada pada kisaran 0-20 mm per bulan. Sementara wilayah selatan diprakirakan memperoleh curah hujan 21-50 mm per bulan.

“Sifat curah hujan diprakirakan di bawah normal,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, September 2026 masih diprakirakan sebagai musim kemarau meskipun hujan mulai turun di sejumlah wilayah Cilacap.

Teguh mengatakan prakiraan resmi mengenai awal musim hujan di wilayah Jateng selatan masih menunggu rilis dari BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah di Semarang.

Secara normal, awal musim hujan di Stasiun Meteorologi Cilacap berlangsung pada dasarian ketiga September. Namun, pengaruh El Nino yang masih berlangsung berpotensi membuat awal musim hujan mundur hingga Oktober 2026.

“Secara normal, awal musim hujan di Stasiun Meteorologi Cilacap berlangsung pada dasarian ketiga September. Namun, akibat El Nino yang masih berlangsung, awal musim hujan berpotensi mundur hingga Oktober,” kata Teguh menegaskan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |