Crash di Le Mans, Bagnaia Sebut Bukan Human Error Tapi Masalah Motor

4 hours ago 2

Jumali

Jumali Senin, 11 Mei 2026 12:57 WIB

Crash di Le Mans, Bagnaia Sebut Bukan Human Error Tapi Masalah Motor

Pebalap Motogp Pecco Bagnaian. /Instagram-pecco63.

Harianjogja.com, JOGJA— Drama menyakitkan harus dialami pembalap utama Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, dalam gelaran MotoGP Le Mans yang berlangsung di Sirkuit Bugatti pada Minggu (10/5/2026) malam WIB. Meski memulai balapan dengan status sebagai pemilik pole position, perjuangan Bagnaia justru berakhir prematur di area gravel seusai mengalami kecelakaan di pertengahan lomba.

Sejatinya, Bagnaia menunjukkan performa yang cukup kompetitif sejak bendera start dikibarkan. Sempat melorot ke urutan kelima pada tikungan pertama, pembalap yang akrab disapa Pecco ini mampu merangkak naik hingga menempati posisi kedua. Ia terus menempel ketat rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang tengah memimpin jalannya perlombaan.

Namun, memasuki lap ke-16, situasi berubah menjadi malapetaka bagi pembalap asal Italia tersebut. Saat tengah beradu kecepatan di area chicane pertama, Bagnaia tiba-tiba kehilangan kendali atas motor Desmosedici miliknya dan terjatuh. Insiden ini memaksa dirinya keluar dari lintasan dan gagal membawa pulang poin berharga dari Prancis.

“Sayangnya, kami memiliki masalah kecil, dan lap demi lap saya mulai kehilangan kepercayaan diri pada ban depan,” ungkap Bagnaia sebagaimana dikutip dari Sky Italia pada Senin (11/5/2026). Ia menegaskan bahwa kecelakaan tersebut bukanlah murni kesalahan pribadi, melainkan dipicu oleh kendala teknis yang kembali menghantui.

Bagnaia menyebutkan bahwa sensasi kehilangan feeling pada ban depan sudah mulai ia rasakan sekitar tujuh lap sebelum kecelakaan terjadi. Masalah serupa ternyata pernah ia alami pada seri sebelumnya di Spanyol, yang berdampak langsung pada performa pengereman dan stabilitas saat melahap tikungan. Ketidakpastian teknis ini membuatnya kesulitan menjaga ritme balapan yang konsisten.

“Kami tahu persis penyebab jatuhnya saya, dan pemahaman itu sangat membantu untuk proses perbaikan ke depan,” tambahnya dengan nada optimistis. Kegagalan finis dua kali secara beruntun ini menjadi tamparan keras bagi Bagnaia dalam upaya mempertahankan persaingan gelar juara dunia musim 2026.

Hasil buruk di Le Mans ini sekaligus memberikan keuntungan besar bagi rival terberatnya, Jorge Martin. Pembalap Aprilia tersebut kini semakin kokoh di papan atas klasemen berkat penampilan yang lebih konsisten. Bagnaia kini harus bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan poin yang semakin melebar akibat rentetan hasil negatif tersebut.

Meski demikian, Pecco menolak untuk menyerah dan langsung mengalihkan fokusnya ke seri MotoGP Catalunya mendatang. Ia meyakini bahwa tim mekanik Ducati telah menemukan akar permasalahan yang menghambat laju motornya. Ia pun berjanji akan tampil jauh lebih kuat dan kompetitif di Barcelona untuk membayar kegagalannya di Prancis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |