Cegah Penyakit Kronis, Peserta JKN Manfaatkan Prolanis

5 hours ago 4

Menjaga kesehatan tak lagi menunggu sakit datang. Dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pendekatan promotif dan preventif mulai diperkuat, salah satunya melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Program ini dimanfaatkan Suhendro Maulana, pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Magelang, untuk memantau kondisi kesehatannya. Sejak masih aktif bekerja, ia telah terdaftar dalam jaminan kesehatan yang saat ini berlanjut menjadi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Memasuki masa pensiun, ia merasa kebutuhan untuk menjaga kesehatan menjadi semakin penting, terutama karena memiliki riwayat gula darah.

“Sejak masih aktif bekerja, saya sudah terdaftar sebagai peserta Program JKN. Setelah pensiun, saya justru merasa program seperti JKN ini semakin penting, karena kondisi kesehatan perlu lebih diperhatikan,” ujarnya.

Ia menilai, di usia sekarang, jaminan terhadap akses layanan kesehatan menjadi hal yang tidak bisa ditunda. “Progra JKN ini sangat membantu, terutama untuk memastikan saya tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus terlalu memikirkan biaya,” tambahnya.

Melalui BPJS Kesehatan, ia mengikuti Prolanis di puskesmas setempat. Kegiatan yang dijalani berlangsung rutin, mulai dari pemeriksaan gula darah hingga pemeriksaan laboratorium sesuai anjuran tenaga kesehatan.

“Saya cukup rutin melakukan kontrol kesehatan, terutama karena memiliki riwayat gula darah yang perlu dipantau,” tuturnya.
Menurutnya, keberadaan Prolanis membuat pemantauan kesehatan menjadi lebih terarah. “Melalui program ini, saya bisa melakukan pemeriksaan secara berkala, termasuk pemeriksaan laboratorium. Semua bisa dilakukan sesuai anjuran tenaga kesehatan dan tidak menambah beban biaya,” ujarnya.

Selain pemeriksaan, peserta Prolanis juga mendapatkan edukasi terkait pola hidup sehat. Hal ini menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi tubuh tetap stabil.

“Saya juga mendapatkan penjelasan mengenai pola makan yang sehat, pentingnya aktivitas fisik, serta cara menjaga gula darah tetap stabil,” katanya.

Rutinitas ini, menurut Suhendro, membantu dirinya lebih disiplin dalam menjaga kesehatan sehari-hari. Selama memanfaatkan pelayanan kesehatan sebagai peserta JKN, ia mengaku tidak pernah diminta biaya tambahan di luar iuran yang dibayarkan.

“Selama saya menggunakan layanan JKN, baik untuk kontrol rutin maupun pemeriksaan laboratorium, tidak ada biaya tambahan di luar iuran. Ini sangat membantu, terutama bagi peserta yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkala,” ujarnya.

Ke depan, ia berharap layanan seperti Prolanis dapat terus dikembangkan, agar semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan promotif dan preventif.

“Harapan saya program JKN bisa terus meningkatkan kualitas pelayanan dan mempermudah akses bagi peserta, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |