Cara Cek Rekening Penipu Online Sebelum Transfer, Ini Panduannya

2 hours ago 1

Harianjogja.com, JOGJA— Transfer uang kepada penjual atau seseorang yang baru dikenal secara online kini bisa dilakukan dalam hitungan detik. Namun, kemudahan tersebut juga membuat masyarakat perlu lebih waspada karena rekening tujuan dapat saja digunakan untuk melakukan penipuan.

Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan sebelum mengirim uang adalah mengecek nomor rekening tujuan. Pemeriksaan ini dapat membantu mengetahui apakah rekening tersebut pernah mendapatkan laporan terkait dugaan penipuan.

Ada sejumlah layanan online yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan pengecekan. Salah satunya adalah layanan CekRekening, sedangkan alternatif lainnya tersedia melalui platform Kredibel.

Meski demikian, hasil pemeriksaan tetap perlu dipahami dengan benar. Rekening yang tidak memiliki laporan bukan berarti otomatis aman. Bisa saja rekening tersebut belum pernah dilaporkan karena belum ada korban yang membuat laporan.

Karena itu, pengecekan rekening sebaiknya menjadi salah satu bagian dari langkah pengamanan sebelum melakukan transaksi.

Cara Cek Rekening melalui CekRekening

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan https://cekrekening.id/ untuk memeriksa rekening yang akan digunakan sebagai tujuan transfer.

Caranya, buka situs CekRekening melalui browser, kemudian pilih menu untuk melakukan pemeriksaan rekening.

Selanjutnya, masukkan informasi rekening yang ingin diperiksa sesuai kolom yang tersedia. Pastikan nomor rekening diketik dengan benar agar hasil pencarian tidak keliru.

Sistem kemudian akan menampilkan informasi mengenai status rekening berdasarkan data laporan yang tersedia.

Jika rekening pernah dilaporkan berkaitan dengan dugaan penipuan, informasi laporan dapat menjadi tanda bagi calon pengguna untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sebaliknya, apabila belum terdapat laporan, jangan langsung menyimpulkan bahwa pemilik rekening dapat dipercaya.

Pemeriksaan tersebut pada dasarnya membantu memberikan informasi tambahan sebelum transaksi, bukan menjadi jaminan bahwa sebuah rekening terbebas dari risiko penipuan.

Cara Cek Rekening di Kredibel

Pilihan lain yang dapat digunakan adalah Kredibel.

Platform ini menyediakan layanan pencarian nomor rekening berdasarkan keluhan dan laporan dari pengguna yang pernah bertransaksi. Kredibel menjelaskan bahwa layanannya dapat digunakan untuk mengetahui apakah seseorang berpotensi melakukan penipuan berdasarkan rekam jejak laporan pengguna.

Cara mengeceknya cukup sederhana.

Pertama, buka layanan pencarian rekening Kredibel melalui browser.

Kemudian masukkan nomor rekening yang ingin diperiksa pada kolom pencarian dan jalankan pencarian.

Setelah itu, perhatikan informasi serta laporan yang muncul. Jika terdapat sejumlah laporan mengenai dugaan penipuan, calon pembeli sebaiknya mempertimbangkan kembali transaksi tersebut.

Kredibel juga menyediakan fitur untuk melaporkan rekening yang diduga digunakan dalam penipuan. Laporan tersebut akan ditinjau sebelum masuk dalam sistem mereka.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya dapat menggunakan platform tersebut untuk melakukan pengecekan, tetapi juga membantu memberikan informasi kepada calon korban lainnya.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Rekening Pernah Dilaporkan?

Jika nomor rekening tujuan ternyata memiliki laporan terkait dugaan penipuan, jangan terburu-buru mengirimkan uang.

Langkah pertama adalah menghentikan sementara transaksi.

Periksa kembali identitas penjual atau penerima. Cocokkan nama penerima, nomor rekening, nomor telepon, alamat, akun media sosial, hingga informasi produk atau jasa yang ditawarkan.

Waspadai pula tekanan untuk segera melakukan pembayaran.

Pelaku penipuan sering menggunakan berbagai alasan untuk membuat calon korban terburu-buru, misalnya mengaku harga promosi hanya berlaku beberapa menit atau meminta pembayaran segera agar pesanan tidak dibatalkan.

Jika informasi yang diberikan tidak konsisten, sebaiknya batalkan transaksi.

Sudah Terlanjur Menjadi Korban?

Situasinya berbeda jika uang sudah terlanjur ditransfer.

Simpan seluruh bukti transaksi, termasuk bukti transfer, percakapan dengan pelaku, nomor rekening, nomor telepon, tautan akun atau toko online, serta informasi lain yang berkaitan dengan transaksi.

Bukti tersebut dapat digunakan ketika membuat laporan.

Masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan melalui LAPOR!, layanan pengaduan pemerintah yang meneruskan laporan kepada instansi berwenang. Sistem LAPOR! menyediakan kategori pengaduan dan memungkinkan pengguna melampirkan dokumen pendukung.

Selain itu, jika kasus berkaitan dengan layanan atau sektor jasa keuangan, masyarakat dapat memanfaatkan kanal pengaduan yang sesuai dengan lembaga berwenang.

Yang tidak kalah penting, segera hubungi bank atau penyedia layanan pembayaran yang digunakan untuk menjelaskan bahwa transaksi diduga merupakan bagian dari penipuan. Semakin cepat laporan dibuat, semakin baik peluang bagi pihak terkait untuk melakukan langkah penanganan sesuai prosedur yang berlaku.

Jangan Hanya Mengandalkan Cek Rekening

Mengecek rekening memang dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko, tetapi bukan satu-satunya cara melindungi diri dari penipuan online.

Calon pembeli juga perlu memeriksa reputasi penjual, kewajaran harga, alamat usaha, metode pembayaran, serta ulasan dari pembeli lain.

Hindari melakukan transfer langsung jika penjual memberikan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar tetapi meminta pembayaran segera.

Perhatikan pula apakah nama pemilik rekening sesuai dengan identitas penjual. Ketidaksesuaian nama memang tidak selalu berarti penipuan, tetapi patut menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pada akhirnya, tidak adanya laporan terhadap sebuah rekening bukan jaminan bahwa rekening tersebut aman.

Rekening baru, rekening yang belum pernah dilaporkan, atau rekening yang baru digunakan pelaku tetap berpotensi digunakan untuk melakukan penipuan.

Karena itu, sebelum menekan tombol transfer, luangkan waktu beberapa menit untuk memeriksa rekening dan memastikan identitas penerima.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu masyarakat mengurangi risiko kehilangan uang akibat transaksi online yang bermasalah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |