15 Kampus di DIY Dapat Edukasi Bahaya Narkoba, Mahasiswa Diingatkan Modus Liquid Vape

2 hours ago 1

15 Kampus di DIY Dapat Edukasi Bahaya Narkoba, Mahasiswa Diingatkan Modus Liquid Vape

Kepala BNNP DIY Brigjen Pol Faried Zulkarnain, S.I.K., saat menyampaikan materi bahaya narkoba dan modus Vape di salah satu kampus di DIY./ Ist

YOGYAKARTA – Sebanyak 15 perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapatkan edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi mahasiswa baru dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) hingga awal September 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program rutin Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY yang dilaksanakan setiap tahun untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba kepada mahasiswa sejak awal memasuki lingkungan perguruan tinggi.

Edukasi dilaksanakan di berbagai perguruan tinggi, baik negeri, swasta maupun kedinasan. Perguruan tinggi yang mendapatkan edukasi dalam rangkaian PKKMB tersebut yakni Poltekkes Kemenkes, Politeknik Teknologi Nuklir, UPN Veteran Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga (UIN Suka), ISI Yogyakarta, AMA Yogyakarta, STIKES Notokusumo, BEM FISIP UNY, MMTC, ITDA, STIKES Panti Rapih, STIA AAN, AKPARDA, serta Polbangtan Yoma. UPN Veteran Yogyakarta tercatat mengikuti dua rangkaian edukasi selama periode PKKMB.

Kepala BNNP DIY Brigjen Pol Faried Zulkarnain, S.I.K., mengatakan edukasi antinarkoba penting diberikan pada momentum PKKMB karena mahasiswa berada pada fase awal memasuki lingkungan dan kehidupan kampus.

“Edukasi antinarkoba sangat penting diberikan di saat momen PKKMB di kampus, agar memberikan awareness kepada mahasiswa sejak awal untuk menjaga diri dan menjaga nama baik kampus dari penyalahgunaan narkoba,” ujar Faried.

Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki pemahaman dan kewaspadaan sejak dini terhadap berbagai bentuk serta modus penyalahgunaan narkotika yang terus berkembang.

Dalam paparannya, Faried juga menjelaskan mengenai modus penyalahgunaan narkotika dengan menggunakan media liquid vape atau rokok elektrik. Modus tersebut perlu diwaspadai mahasiswa karena bentuknya dapat menyerupai produk yang sehari-hari digunakan masyarakat.

“Jadi harus awas diri jika ditawari sesuatu yang tidak jelas. Jangan sampai karena penasaran atau ikut-ikutan justru terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika,” jelasnya.

Selain membahas modus penyalahgunaan melalui liquid vape, mahasiswa juga mendapatkan informasi mengenai perkembangan New Psychoactive Substances (NPS) yang beredar di masyarakat. Pengetahuan tersebut diharapkan membuat mahasiswa lebih kritis dan tidak mudah menerima atau mencoba sesuatu yang belum diketahui kandungan maupun risikonya.

BNNP DIY mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut mengambil bagian dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus.

Mahasiswa diharapkan mampu menjaga diri, saling mengingatkan, serta aktif menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang aman dan bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Rangkaian edukasi dalam PKKMB ini sekaligus menjadi bagian dari upaya BNNP DIY memperkuat program Kampus Bersih Narkoba dan membangun kesadaran antinarkoba sejak mahasiswa mulai menjalani kehidupan di perguruan tinggi.

Sementara itu, bagi kampus di DIY yang belum mendapatkan edukasi antinarkoba, BNNP DIY mengajak perguruan tinggi untuk segera melakukan koordinasi. Edukasi tersebut dapat menjadi langkah awal bersama untuk membangun lingkungan kampus yang lebih aman dan bersih dari penyalahgunaan narkoba.(Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Ujang Hasanudin

Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |