Artileri Israel Tewaskan Tentara Indonesia, Misi TNI Tidak Disetop

8 hours ago 2

Artileri Israel Tewaskan Tentara Indonesia, Misi TNI Tidak Disetop Sejumlah personel TNI AL dari Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL bersujud syukur usai turun dari KRI Sultan Iskandar Muda-367 setibanya di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026). Kapal perang Korvet kelas Sigma di bawah komando Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah selaku Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL yang membawa 120 personel TNI AL itu telah kembali ke Surabaya setelah melaksanakan misi perdamaian PBB di Lebanon. ANTARA FOTO/Didik Suhartono - wsj

Harianjogja.com, JAKARTA—Serangan artileri yang menewaskan satu prajurit TNI di Lebanon tidak menghentikan langkah kontingen Indonesia dalam menjalankan misi perdamaian dunia. TNI memastikan operasi di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetap dilanjutkan dengan peningkatan kewaspadaan.

Perkembangan ini menyusul insiden yang terjadi di wilayah di Lebanon Selatan, tepatnya di Kota Adshit al-Qusyar pada Minggu (29/3/2026), yang juga menyebabkan tiga prajurit lainnya mengalami luka.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menegaskan komitmen tersebut tetap berjalan meski risiko di lapangan meningkat.

“TNI menegaskan komitmennya untuk melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara profesional dan penuh tanggung jawab, dengan tetap mengutamakan keselamatan prajurit,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan, misi perdamaian merupakan bagian dari amanat negara untuk berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

Meski demikian, TNI memastikan keselamatan prajurit tetap menjadi prioritas utama selama menjalankan tugas di wilayah konflik.

Untuk itu, seluruh prajurit diminta meningkatkan kewaspadaan operasi sesuai standar yang ditetapkan PBB.

“TNI juga terus memonitor perkembangan situasi di lapangan serta menyiapkan langkah-langkah kontingensi sesuai dinamika di daerah penugasan Lebanon,” katanya.

Dalam insiden tersebut, satu prajurit bernama Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur. Sementara tiga prajurit lainnya mengalami luka, yakni Praka Rico Pramudia dengan luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan dengan luka ringan.

Saat ini, jenazah Praka Farizal Rhomadhon disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) dan sedang dalam proses administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dukungan KBRI Beirut.

Adapun prajurit yang mengalami luka telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.

Aulia menjelaskan, serangan terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Lebanon Selatan yang memicu rentetan tembakan artileri.

Namun hingga kini, pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut belum dapat dipastikan.

“Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |