AFJ Ajak Peternak Gunungkidul Terapkan Kandang Bebas Sangkar

2 hours ago 2

AFJ Ajak Peternak Gunungkidul Terapkan Kandang Bebas Sangkar Peternakan ayam broiler. - Ilustrasi - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Animal Friends Jogja (AFJ) menggelorakan transformasi peternakan ayam petelur di Gunungkidul menuju sistem bebas sangkar seiring melonjaknya permintaan telur ramah hewan dari konsumen dan pelaku usaha di wilayah DIY.

Pasalnya saat ini kesenjangan pasokan dari peternak lokal menjadi peluang sekaligus tantangan industri pangan yang berorientasi kesejahteraan hewan.

"Untuk menjawab kesenjangan tersebut, AFJ beberapa waktu lalu menyelenggarakan Sarasehan Peternak Gunungkidul di Playen, Gunungkidul, yang diikuti oleh 37 peternak ayam petelur. Harapannya bisa menjadi salah satu solusi kendala yang dialami peternak," ujar Direktur Program Advokasi Kesejahteraan Hewan AFJ Elly Mangunsong Rabu (22/4/2026).

Sarasehan menjadi wadah peternak memahami prinsip kesejahteraan hewan dan peluang pasar sistem bebas sangkar yang berkembang pesat. Para peternak bisa bertukar pikiran dalam rangka mengembangkan sistem peternakan ayam bebas sangkatr.

"Prinsip kesejahteraan hewan menekankan bahwa hewan yang diternakkan harus bebas dari rasa lapar, sakit, dan stres, serta memiliki ruang untuk mengekspresikan perilaku alaminya—seperti bergerak, bertengger, dan bersarang—yang sulit terpenuhi dalam sistem kandang baterai yang masih banyak digunakan saat ini," jelasnya.

Dasar hukum kesejahteraan hewan di Indonesia diatur Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan serta diperkuat Peraturan Menteri Pertanian No. 32/2025 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Hewan. Peternak yang tak beradaptasi berisiko tertinggal dari pasar yang telah bergerak lebih cepat.

Animal Welfare Specialist AFJ Aisah Nurul Fitri menekankan sistem bebas sangkar harus diimbangi pengelolaan kesehatan ayam optimal. Tujuannya agar produktivitas dan kesejahteraan berjalan paralel.

"Oleh karena itu kami dari AFJ menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor—mulai dari peternak, pemerintah, hingga pelaku usaha. Ini akan menjadi kunci untuk memastikan transisi menuju sistem bebas sangkar dapat berjalan secara nyata dan berkelanjutan," tegas Aisah.

AFJ yang berdiri sejak 2010 sebagai bagian OIPA (Organizzazione Internazionale per la Protezione degli Animali) terus memperjuangkan hak hewan ternak di Indonesia. Inisiatif yang datang dari Gunungkidul menjadi model transformasi peternakan modern berbasis kesejahteraan hewan yang ramah di pasar global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |