Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Mengarah ke DIY, Ini Imbauan Sultan

4 hours ago 3

Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Mengarah ke DIY, Ini Imbauan Sultan

Sultan ditemui di Kompleks Kepatihan, Senin (7/9/2026). Anisatul Umah-Harian Jogja.

Harianjogja.com, JOGJA—Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau hingga kini disebut tidak mengarah ke wilayah DIY. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan kondisi tersebut berbeda dengan dampak abu vulkanik yang telah menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Jabodetabek, hingga menyebabkan penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Sultan menjelaskan arah angin menjadi salah satu faktor yang membuat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak mengarah ke DIY. Ia menyebut material erupsi tersebut berada pada ketinggian sekitar 600 meter sehingga sebarannya diperkirakan tidak akan terlalu jauh.

Sultan Jelaskan Sebaran Abu Vulkanik

Menurut Sultan, kondisi tersebut berbeda dengan Gunung Semeru yang material erupsinya disebut berada pada ketinggian sekitar 1.000 meter. Arah angin juga berpengaruh terhadap pergerakan abu vulkanik yang berada di udara.

"Anginnya enggak ke sini. Yang Semeru kan juga katanya ke Barat. Tapi 1.000 meter kan tidak akan jauh. Apalagi yang di Krakatau kan hanya 600. Tidak akan jauh, tapi agak lama karena tidak hujan. Kan gitu. Jadi di atas makin kabur, ya iso ngalor, ngidul, ngetan, ngulon [ke arah utara, selatan, timur, atau barat] kan gitu kan," ujarnya ditemui di Kompleks Kepatihan, Senin (7/9/2026).

Meski abu vulkanik Gunung Anak Krakatau disebut tidak mengarah ke DIY, Sultan tetap mengingatkan masyarakat agar melakukan langkah perlindungan diri. Salah satunya dengan menggunakan masker saat beraktivitas.

Sultan mengatakan material vulkanik yang terbawa bersama abu dapat berbahaya karena memiliki tekstur yang tajam. Karena itu, penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi risiko paparan material tersebut.

"Ya sekarang lebih baik menggunakan masker. [Erupsi] ya kehendaknya ya sudah terima aja, kita kan enggak bisa mengatakan tidak, ya kan. Ya sudah diterima dengan ikhlas. Kalau Allah berkehendak seperti itu."

Dinkes DIY Ingatkan Risiko Abu Vulkanik

Imbauan penggunaan masker juga disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY. Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi, meminta masyarakat tetap mewaspadai kemungkinan dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Menurut Anung, abu vulkanik memiliki karakteristik tersendiri dan dapat mengganggu bagian tubuh yang sensitif. Mata, hidung, dan tenggorokan termasuk bagian yang berpotensi mengalami iritasi ketika terkena material tersebut.

Jika hujan abu terjadi dalam intensitas besar, masyarakat disarankan tetap berada di dalam rumah. Namun, apabila harus melakukan aktivitas di luar ruangan, masyarakat setidaknya menggunakan kacamata dan masker sebagai perlindungan.

"Jadi karena dia kalau terhirup dia akan berpengaruh di hidung, tenggorokan, dan sebagainya. Kalau terkena mata, dia akan menimbulkan iritasi parah," jelasnya.

Anung menjelaskan abu vulkanik mengandung silika dengan ukuran partikel yang sangat kecil. Karakteristik tersebut membuat partikel abu lebih mudah menyebabkan iritasi, khususnya ketika terhirup atau mengenai bagian tubuh yang sensitif.

Berharap Abu Vulkanik Tak Berdampak ke DIY

Dinkes DIY berharap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak sampai memasuki wilayah DIY dan menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat.

"Ya semoga tidak sampai ke sini, dan semoga apa namanya, yang di sekitar kita juga tidak terjadi ya. Yang berdampak pada kesehatan masyarakat tentunya," lanjutnya.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat DIY tetap diimbau memperhatikan perlindungan diri, terutama apabila terjadi hujan abu. Penggunaan masker dan kacamata menjadi langkah yang disarankan ketika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan.

Sementara itu, dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sebelumnya telah dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Jabodetabek. Kondisi tersebut berdampak pada operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) yang ditutup sementara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |