
Komandan Kodim 0706/Temanggung Letkol Inf Richie Fadly (tengah) mengucurkan air bersih ke dalam jerigen di Temanggung. ANTARA/Heru Suyitno\r\n
Harianjogja.com, TEMANGGUNG—Warga di Dusun Balong, Desa Kaloran, Kabupaten Temanggung mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau. Komando Distrik Militer (Kodim) 0706/Temanggung menyalurkan bantuan sebanyak 5.000 liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.
Bantuan air bersih tersebut disalurkan pada Jumat (31/7/2026) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Distribusi bantuan dilakukan bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Komandan Kodim 0706/Temanggung Letkol Inf Richie Fadly mengatakan masyarakat saat ini sangat membutuhkan pasokan air bersih selama musim kemarau.
"Masyarakat sangat membutuhkan air, hari ini kami salurkan air untuk masyarakat. Kami juga bekerjasama dengan pihak terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pihak yang lain, harapannya bisa membantu masyarakat," katanya.
Menurut dia, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan.
Distribusi bantuan air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan dengan melibatkan pemerintah daerah serta instansi terkait, seperti BPBD dan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air.
"Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami kesulitan air bersih. Kami juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi selama musim kemarau," katanya.
Selain menyalurkan bantuan, Kodim 0706/Temanggung juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan memanfaatkan bantuan sesuai kebutuhan utama, seperti untuk minum, memasak, dan keperluan rumah tangga lainnya.
Penyaluran bantuan air bersih tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga hingga kondisi sumber air kembali normal sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengurangi dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Temanggung.
Kepala Dusun Balong, Agus, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Kodim 0706/Temanggung. Menurut dia, bantuan tersebut sangat membantu warga yang selama sepekan terakhir kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur-sumur mulai mengering.
Di sisi lain, musim kemarau yang melanda Kabupaten Temanggung juga menyebabkan penurunan debit sumber mata air yang memasok Perumda Air Minum Tirta Agung Kabupaten Temanggung rata-rata sebesar 8 persen dibanding sebelumnya.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Agung Temanggung Rinto Adhi Utomo mengatakan penurunan debit terjadi hampir di seluruh sumber mata air yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
"Sampai evaluasi Januari-Juli 2026, rata-rata persentase penurunan debit sekitar 8 persen. Penurunannya bervariasi, paling rendah sekitar 4 persen dan yang tertinggi mencapai 21 persen," katanya di Temanggung, Kamis.
Ia menuturkan, dari 20 sumber mata air yang digunakan Perumda Air Minum Tirta Agung, penurunan paling signifikan terjadi di kawasan Pringapus Ngadirejo. Kondisi tersebut berdampak pada wilayah pelayanan Jumo karena debit air di lokasi tersebut merosot hingga 21 persen.
Rinto menyampaikan penurunan debit mulai menyebabkan gangguan aliran di sejumlah titik. Namun, hingga saat ini pihaknya belum menerapkan sistem penggiliran distribusi air kepada pelanggan.
"Kalau gangguan aliran memang ada. Karena debit berkurang, terutama di titik yang penurunannya cukup besar. Tetapi sampai sekarang belum sampai pada tahap penggiliran," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































