UAD Siap Menjalin Kerja Sama dengan PWI DIY

8 hours ago 7

UAD Siap Menjalin Kerja Sama dengan PWI DIY Rapat Pleno sekaligus Halalbihalal PWI DIY yang digelar di Islamic Centre Masjid Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jalan Ringroad Selatan, Bantul Sabtu (11/4/2026). - Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja siap menjalin kerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY. Hal itu disampaikan oleh Rektor UAD Profesor Muchlas Rapat Pleno sekaligus Halalbihalal PWI DIY yang digelar di Islamic Centre Masjid Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jalan Ringroad Selatan, Bantul Sabtu (11/4/2026).

Profesor Muchlas yang sekaligus Ketua Dewan Pakar PWI DIY memberikan dukungan penuh terhadap langkah organisasi. Oleh karena itu pihaknya siap menjalin kerja sama dengan PWI DIY untuk berbagai hal, khususnya dalam praktik ilmu komunikasi dan jurnalistik di kalangan mahasiswa.

"Termasuk di UAD itu ada tim peliput untuk berbagai kegiatan di internal kampus yang dikoordinasikan humas, itu bukan wartawan memang, tim peliput, mungkin bukan soal uji kompetensinya, tetapi bagaimana tim di UAD ini juga bisa menghasilkan konten yang memadai, ini menjadi peluang kerja sama ke depan," katanya.

Adapun terkait mahasiswa ilmu komunikasi, lanjut Muchlas, tentu sangat potensial untuk ke depan untuk kerjasamakan terutama dalam menjembatani jarak antara teori di bangku kuliah dengan dinamika industri media. "Kerja sama dengan PWI DIY dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi jurnalistik secara langsung. Termasuk kami siap jika PWI akan menggelar kegiatan di UAD,” katanya.

Ketua PWI DIY, Hudono mengapresiasi atas keterbukaan UAD dalam menjalin kerja sama dengan PWI. Pada kepengurusan sebelumnya, kerja sama itu sebenarnya sudah terjalin, akan tetapi dalam waktu dekat ini akan diperbarui. Pasalnya dalam berbagai program PWI DIY tentu butuh keterlibatan pakar dari kampus seperti UAD.

"Untuk saat sebagai Ketua Dewan Penasehat, Profesor Muchlas tentu sudah terlibat dengan berbagai program kami, salah satunya dalam menyusun naskah akademik untuk Grha Pers Pancasila," katanya.

PWI DIY kini sedang fokus pada proyek pembangunan Grha Pers Pancasila. Gedung ini diproyeksikan menjadi pusat riset dan pelatihan bagi jurnalis untuk mendalami implementasi pers yang berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila. Menariknya, naskah akademik untuk pembangunan fasilitas tersebut sudah rampung disusun dengan melibatkan berbagai pakar dengan instruksi Gubernur DIY, Sri Sultan HB X.

“Grha Pers Pancasila diharapkan menjadi ruang strategis untuk mencetak insan pers yang profesional, beretika, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Jogja sebagai kota pendidikan memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan pers nasional,” imbuh Hudono.

Selain itu saat ini PWI sedang memperjuangkan almarhum Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin sebagai Pahlawan Nasional. Udin dikenal sebagai wartawan yang gugur dalam menjalankan tugas jurnalistik, dan hingga kini kasusnya masih menjadi simbol perjuangan kebebasan pers di Indonesia.

“Di tengah rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional yang masih berjalan, kami terus mematangkan pembentukan Tim Adhoc untuk pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional. Nama-nama tim sudah ada, tinggal difinalisasi,” ujar Hudono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |