Taiwan Bebaskan Visa 3 Negara ASEAN, Indonesia Masih Antre

11 hours ago 5

Jumali

Jumali Rabu, 22 Juli 2026 15:37 WIB

Taiwan Bebaskan Visa 3 Negara ASEAN, Indonesia Masih Antre

Paspor dan visa - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Taiwan kembali memperpanjang kebijakan bebas visa bagi wisatawan dari tiga negara Asia Tenggara sebagai bagian dari strategi mendongkrak sektor pariwisata dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

Namun, Indonesia masih belum termasuk dalam daftar negara yang memperoleh fasilitas tersebut. Kebijakan bebas visa hanya berlaku untuk warga negara Thailand, Filipina, dan Brunei Darussalam.

Berdasarkan laporan VN Express, wisatawan dari ketiga negara tersebut dapat memasuki Taiwan tanpa visa dan tinggal hingga 14 hari. Kebijakan terbaru ini akan berlaku mulai 1 Agustus 2026 hingga 31 Juli 2027.

Perpanjangan tersebut menjadi kelanjutan dari program yang pertama kali diterapkan Taiwan pada 2016. Sejak saat itu, pemerintah Taiwan secara rutin memperpanjang fasilitas bebas visa setiap tahun untuk ketiga negara tersebut.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara sekaligus meningkatkan daya tarik Taiwan sebagai destinasi wisata regional.

Bagi wisatawan Thailand, Filipina, dan Brunei, kebijakan ini memberikan kemudahan karena tidak perlu lagi mengurus visa kunjungan sebelum berangkat. Meski demikian, pelancong tetap wajib memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan otoritas imigrasi Taiwan.

Persyaratan tersebut meliputi paspor yang masih berlaku minimal enam bulan sejak tanggal kedatangan, tiket pulang atau tiket menuju negara tujuan berikutnya, bukti reservasi akomodasi selama berada di Taiwan, serta informasi sponsor atau pihak yang mengundang apabila diperlukan.

Selain itu, wisatawan juga harus dapat menunjukkan bukti kemampuan finansial yang cukup untuk membiayai kebutuhan selama masa kunjungan.

Taiwan berharap kebijakan ini mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah wisatawan asing yang datang sepanjang tahun 2026.

Administrasi Pariwisata Taiwan memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan internasional tahun ini dapat mencapai sekitar 9,3 juta hingga 9,4 juta orang. Angka tersebut menunjukkan optimisme pemerintah terhadap pemulihan industri pariwisata pascapandemi dan meningkatnya mobilitas masyarakat internasional.

Sebagai perbandingan, Taiwan menerima sekitar 8,57 juta wisatawan internasional sepanjang 2025. Jumlah tersebut meningkat sekitar 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pasar Asia Tenggara menjadi salah satu fokus utama Taiwan dalam beberapa tahun terakhir. Selain memiliki jumlah penduduk yang besar, kawasan ini juga dinilai memiliki potensi pertumbuhan wisatawan yang tinggi.

Meski Indonesia belum memperoleh fasilitas bebas visa seperti Thailand, Filipina, dan Brunei, wisatawan Indonesia masih dapat berkunjung ke Taiwan melalui mekanisme visa yang berlaku sesuai ketentuan imigrasi setempat.

Belum ada informasi resmi mengenai kemungkinan perluasan program bebas visa untuk negara lain di kawasan Asia Tenggara. Namun, kebijakan yang terus diperpanjang bagi tiga negara tersebut menunjukkan Taiwan masih melihat ASEAN sebagai pasar penting untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisatanya.

Bagi wisatawan Indonesia yang berencana berlibur ke Taiwan, disarankan untuk selalu memeriksa ketentuan visa terbaru sebelum melakukan perjalanan guna menghindari kendala administrasi saat keberangkatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |