Ada Aturan Baru di MRS 2026 Mandalika, Ini Perubahannya

2 hours ago 2

Ada Aturan Baru di MRS 2026 Mandalika, Ini Perubahannya

Sirkuit Mandalika. - Antara

Harianjogja.com, MANDALIKA— Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 putaran keempat menerapkan sejumlah aturan baru sesuai regulasi Federation Internationale de Motocyclisme (FIM). Perubahan tersebut berlaku pada balapan di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), 19-20 September 2026.

Salah satu perubahan terdapat pada proses kualifikasi. Jumlah pembalap yang lolos ke Q2 bertambah dari 10 menjadi 14 pembalap berdasarkan hasil akumulasi dua sesi latihan resmi.

Ketua Panitia Ajang MRS 2026 Arif Syahbani mengatakan perubahan regulasi tersebut juga mengatur jumlah pembalap dari Q1 yang berhak melanjutkan ke Q2.

"Aturan baru itu antara lain penambahan jumlah pembalap dari Q1 dan Q2," kata Arif di Mandalika, Sabtu.

Kuota Q1 dan Q2 Bertambah

Pada putaran sebelumnya, hanya 10 pembalap yang lolos ke Q2 berdasarkan akumulasi dua kali sesi latihan resmi.

Dalam regulasi baru, jumlah tersebut bertambah menjadi 14 pembalap. Sementara pembalap yang lolos dari Q1 juga mengalami perubahan.

"Sementara, hasil dari Q1 yang sebelumnya diambil dua menjadi empat pembalap tercepat untuk masuk ke Q2. Aturan itu berlaku untuk kelas NS250 dan IJTC 150 U-15," katanya.

Pembalap Tanpa Hasil Kualifikasi Bisa Start

Regulasi baru juga memberikan dispensasi bagi pembalap yang tidak memiliki hasil kualifikasi karena mengalami masalah teknis atau cedera ketika mengikuti sesi latihan.

Pembalap tersebut tetap diperbolehkan mengikuti perlombaan dengan posisi grid paling belakang. Namun, keikutsertaan itu harus mendapat persetujuan Direktur Perlombaan atau race direction.

Ada ketentuan waktu yang harus dipenuhi pembalap tersebut.

"Adapun ketentuannya adalah pembalap tersebut mencatat waktu minimal sama dengan atau lebih cepat dari 107 persen waktu pembalap tercepat di salah satu sesi Latihan Resmi (FP1 dan FP2)," katanya.

Start dari Pit Lane Dibatasi 10 Pembalap

Perubahan berikutnya menyangkut jumlah pembalap yang memulai perlombaan dari Pit Lane.

Jumlah pembalap yang start dari Pit Lane dibatasi maksimal 10 pembalap. Apabila jumlahnya melebihi batas tersebut, akan dilakukan start ulang menggunakan metode Quick Start.

Regulasi juga mengatur prosedur Start Warm Up yang tidak dilakukan dari grid.

Ketentuan tersebut berlaku apabila pembalap meninggalkan grid karena alasan apa pun atau terlambat keluar dari Pit Lane untuk mengikuti Sighting Lap saat Lap Pemanasan.

"Mereka harus melakukan Start Warm-Up Lap dari Pit Lane, mengambil posisi grid mereka semula dan menjalani sanksi Double Long Lap Penalty," katanya.

Aturan Start bagi Pembalap yang Kena Sanksi Pit Lane

Ada pula prosedur khusus bagi pembalap yang dijatuhi sanksi start dari Pit Lane.

Ketika balapan resmi dimulai yang ditandai dengan lampu hijau menyala, pembalap yang berada di dalam Pit Lane tetap harus diam di tempat. Mereka baru diperbolehkan bergerak setelah lampu hijau di Pit Exit menyala.

"Setelah seluruh rombongan pembalap di lintasan telah melewati tikungan Pertama (atau melewati Garis Pit Exit*) dengan aman," katanya.

Setelah lampu hijau menyala, pembalap dapat memacu kendaraannya masuk ke trek. Namun, pembalap wajib mematuhi batas kecepatan pit atau pit limiter hingga melewati garis batas luar pit.

Pembalap juga dilarang memotong garis putih penanda atau blend line di pintu keluar pit. Ketentuan tersebut diterapkan untuk menghindari potensi tabrakan berbahaya.

"Hal itu juga tetap berlaku bagi pembalap yang menjalani Warm Up Lap secara tidak sempurna, karena crash, engine trouble, dan sebagainya," katanya.

MRS 2026 Diikuti 108 Pembalap

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 diikuti 108 pembalap yang telah terdaftar. Mereka bertarung dalam empat kelas kejuaraan nasional.

Empat kelas tersebut yakni National Sport 150 (NS150), National Sport 250 (NS250), Supersport 600 (SS600), serta Indonesia Junior Talent Cup U-15 (IJTC).

Manager Corporate Brand PT Pertamina (Persero) Raden Panji Adhitiyo Putera mengatakan Pertamina kembali berkomitmen mendukung pengembangan dunia balap nasional melalui ajang MRS.

"Dukungan itu merupakan tahun keempat secara berturut-turut sebagai upaya melahirkan talenta muda Indonesia yang mampu bersaing di level internasional," katanya.

Menurut pihak Pertamina, ajang seperti MRS tidak hanya berkaitan dengan pembalap. Kejuaraan tersebut juga memiliki peran dalam pengembangan industri otomotif lokal.

"Sinergi antara ajang balap dan pengembangan produk lokal diharapkan bisa berjalan beriringan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |