Situasi lokasi kejadian ledakan saluran air limbah di Teras Malioboro Beskalan, Jogja, Selasa (31/3/2026). - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA— Audit teknis sistem drainase limbah di kawasan Teras Malioboro disiapkan menyusul insiden ledakan yang terjadi di area kuliner lantai dasar, Senin (30/3/2026) pagi.
Langkah ini menjadi fokus utama pengelola Teras Malioboro (Balai Layanan Usaha Terpadu UMKM DIY) setelah kondisi di lokasi berangsur normal dan aktivitas pedagang di Teras Malioboro Beskalan kembali berjalan seperti biasa.
Kepala Balai Layanan Usaha Terpadu UMKM DIY, Wisnu Hermawan, memastikan situasi di kawasan tersebut kini sudah aman meski titik ledakan masih dipasangi garis polisi.
“Untuk saat ini situasi di sana sudah kembali kondusif, aman terkendali. Tenan-tenant sudah kembali berjualan dan lokasi sementara ini masih diberi police line menunggu informasi lebih lanjut,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Pengelola kini menyoroti kemungkinan adanya persoalan pada sistem saluran limbah, termasuk potensi penumpukan gas metana yang memicu ledakan.
“Kami masih mendalami dengan pihak kontraktor terkait standar tata kelola drainase limbah ini nanti untuk mengurangi penumpukan gas metan yang ideal seperti apa. Nanti kami juga siapkan audit teknis agar ke depan saluran air limbah bisa berfungsi optimal,” katanya.
Selama ini, pengelola mengaku telah rutin melakukan penyedotan limbah hingga dua kali dalam sebulan.
Namun, lonjakan aktivitas saat libur Lebaran diduga meningkatkan volume limbah domestik, sehingga memperbesar risiko akumulasi gas di dalam saluran.
Di sisi lain, penanganan korban tetap menjadi perhatian. Tiga korban yang sempat dirawat di rumah sakit kini telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
“Pemerintah daerah sangat berkomitmen melakukan perawatan intensif dan pendampingan kepada korban. Secara psikologis juga terus kami dampingi agar kondisinya pulih,” ujarnya.
Pengelola menargetkan proses penyelidikan berlangsung cepat agar perbaikan fisik bisa segera dilakukan di titik terdampak.
“Harapannya dua sampai tiga hari ini selesai, sehingga kita bisa langsung melakukan perbaikan. Kami ingin Teras Malioboro segera kembali normal dan nyaman bagi pengunjung,” katanya.
Meski sebagian area masih ditutup, pedagang tetap difasilitasi agar bisa berjualan di lokasi alternatif yang telah disediakan.
Pengelola juga berupaya menjaga kenyamanan wisatawan dengan menyediakan area alternatif untuk beristirahat, seperti di amfiteater dan ruang terbuka lain yang masih aman digunakan.
Sebelumnya, polisi mengungkap ledakan diduga berasal dari empat titik saluran drainase yang meledak hampir bersamaan akibat akumulasi gas metana dalam sistem limbah yang tersumbat.
Selain itu, pengelola diminta segera membersihkan instalasi bio-filter dan menambah ventilasi guna menekan tekanan gas di dalam saluran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































