
UAD melantik dekan baru untuk periode kepemimpinan berikutnya guna memperkuat transformasi kampus dan menghadapi akreditasi institusi 2027. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melantik jajaran dekan baru di lingkungan kampus pada Selasa (4/8/2026). Pelantikan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat transformasi UAD menuju Community Services University sekaligus mempersiapkan institusi menghadapi proses akreditasi pada 2027.
Adapun dekan yang dilantik meliputi Fakultas Agama Islam Profesor Suyadi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Sumaryanto, Dekan Fakultas Psikologi Profesor Fatwa Tentama, Dekan Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi Prof. Wajiran, Dekan Fakultas Hukum Profesor Fithriatus Shalihah. Kemudian Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Profesor Muhammad Sayuti, Dekan Fakultas Teknologi Industri Profesor Siti Jamilatun.
Sedangkan Iis Wahyuningsih dilantik sebagai Dekan Fakultas Farmasi, Muhammad Syamsu Hidayat sebagai Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat), Moch. Junaidy Heriyanto sebagai Dekan Fakultas Kedokteran, dan Iwan Tri Riyadi Yanto menjabat Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Terapan.
Rektor UAD Profesor Muchlas menyampaikan apresiasi kepada para dekan periode 2022–2026 atas dedikasi yang telah diberikan selama masa kepemimpinan mereka. Menurutnya, berbagai capaian, termasuk keberhasilan mempertahankan dan meningkatkan mutu akademik hingga meraih Akreditasi Unggul, menjadi fondasi penting bagi kepemimpinan baru.
"Fondasi yang telah dibangun tersebut menjadi modal yang sangat berharga bagi para dekan yang hari ini menerima amanah baru," ujar Rektor.
Rektor menilai masa kepemimpinan dekan yang baru dilantik akan sangat menentukan keberhasilan UAD dalam mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas institusi menjelang akreditasi 2027.
Ia menegaskan budaya mutu harus menjadi bagian dari budaya kerja di setiap fakultas sehingga pencapaian akreditasi bukan sekadar target administratif, melainkan hasil dari tata kelola yang berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
UAD Percepat Transformasi Menuju Community Services University
Di tengah perkembangan kecerdasan artifisial (AI), transformasi digital, dan ekonomi berbasis pengetahuan, UAD menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang kreatif, adaptif, berintegritas, serta mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui arah pengembangan kampus sebagai Community Services University, yang menjadi bagian dari Rencana Strategis (Renstra) UAD 2025–2045.
Renstra tersebut dibagi ke dalam lima milestone pengembangan menuju perguruan tinggi berkelas global pada 2045.
Para dekan yang baru dilantik mendapat mandat untuk mengawal milestone pertama, yakni transformasi pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan pendidikan, penelitian, dan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
"Pendidikan harus melahirkan solusi, penelitian harus menjawab kebutuhan masyarakat, dan pengabdian kepada masyarakat harus menjadi ruang implementasi ilmu pengetahuan sekaligus media dakwah Islam Berkemajuan," tegas Rektor.
Lima Agenda Strategis Dekan Baru
Dalam arahannya, Rektor meminta para dekan memusatkan perhatian pada lima agenda strategis selama masa kepemimpinan.
Agenda pertama adalah mentransformasikan caturdarma perguruan tinggi agar pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan AIK saling menguatkan dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat sesuai milestone pertama Renstra UAD.
Agenda kedua berfokus pada penguatan budaya akademik yang unggul dan adaptif melalui penerapan deep learning, pembelajaran berbasis proyek, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial secara etis dengan tetap menempatkan dosen sebagai pembina karakter mahasiswa.
Selanjutnya, agenda ketiga diarahkan pada penguatan riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia melalui publikasi ilmiah berkualitas, hilirisasi inovasi, serta percepatan peningkatan jumlah dosen berkualifikasi doktor dan guru besar.
Agenda keempat menitikberatkan pada peningkatan reputasi internasional melalui kolaborasi riset, mobilitas akademisi, hingga pengembangan program visiting professor.
Adapun agenda kelima adalah memperkuat tata kelola fakultas yang profesional, transparan, berbasis data, dan berintegritas. Langkah tersebut juga diiringi dengan pengembangan sumber pendanaan baru serta unit usaha berbasis keunggulan ilmu pengetahuan yang tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online
















































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)

