Puasa Intermiten Sering Gagal Karena Ngemil Ini Solusinya

8 hours ago 2

Harianjogja.com, JAKARTA—Banyak orang yang mencoba puasa intermiten gagal mempertahankan pola makan karena kebiasaan ngemil yang sulit dikendalikan. Dorongan ini kerap muncul terutama pada fase awal saat tubuh belum terbiasa dengan jeda makan yang lebih panjang.

Seperti dikutip dari Scitechdaily, Kamis (26/3/2026), puasa intermiten sendiri dikenal sebagai metode pengaturan makan melalui pembagian waktu antara periode makan dan tidak makan. Meski efektif untuk menurunkan berat badan dan mengontrol nafsu makan, perubahan ini justru bisa memicu keinginan ngemil jika tidak disertai strategi yang tepat.

Ngemil Jadi Pemicu Gagal

Kebiasaan ngemil sering muncul karena tubuh masih menyesuaikan diri dengan ritme baru. Bagi mereka yang terbiasa makan sepanjang hari, jeda makan hingga lebih dari 12 jam dapat terasa berat.

Tanpa pengaturan yang jelas, rasa lapar ini mudah berubah menjadi keinginan ngemil yang akhirnya menggagalkan pola puasa yang sudah direncanakan.

Mulai dari Perencanaan yang Tepat

Salah satu solusi utama adalah menyusun jadwal puasa yang sesuai dengan aktivitas harian. Menentukan waktu mulai puasa, misalnya setelah makan siang di kantor atau menjelang makan malam di rumah, dapat membantu tubuh beradaptasi lebih baik.

Selain itu, menyiapkan aktivitas pengalih seperti berjalan santai, membaca, atau melakukan pekerjaan ringan bisa membantu mengalihkan fokus dari keinginan makan.

Adaptasi Bertahap Lebih Efektif

Memulai puasa intermiten dengan durasi panjang justru berisiko memicu kegagalan. Disarankan untuk memulai dari durasi delapan hingga dua belas jam, kemudian meningkatkannya secara bertahap.

Pendekatan ini memberi waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan diri tanpa tekanan berlebih. Penambahan durasi dapat dilakukan secara perlahan hingga mencapai target yang diinginkan.

Air Putih Bantu Redam Keinginan

Asupan air putih yang cukup menjadi kunci lain dalam mengendalikan keinginan ngemil. Minum air dapat membantu menekan rasa lapar sekaligus menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Selain itu, air berperan dalam menjaga sistem pencernaan dan mendukung metabolisme tubuh, sehingga dorongan untuk makan berlebih bisa diminimalkan.

Dengan perencanaan yang tepat, adaptasi bertahap, serta menjaga hidrasi, puasa intermiten dapat dijalani lebih konsisten tanpa terganggu kebiasaan ngemil yang sering menjadi penghambat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Scitechdaily

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |