PSIM Siapkan Dana Cadangan demi Tambah Kekuatan di Tengah Musim

8 hours ago 2

PSIM Siapkan Dana Cadangan demi Tambah Kekuatan di Tengah Musim

Skuad beserta manajemen PSIM Jogja berfoto bersama seusai sesi latihan perdana di Stadion Mandala Krida, Senin (20/7/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja memilih menyisakan sebagian anggaran pemain untuk menghadapi putaran kedua Super League 2026/2027. Langkah tersebut dilakukan agar klub tetap memiliki ruang finansial untuk merekrut pemain baru apabila dibutuhkan saat kompetisi berlangsung.

Direktur Utama PSIM Jogja Liana Tasno mengatakan manajemen sengaja tidak menghabiskan seluruh anggaran pemain pada awal musim. Menurut dia, klub idealnya memiliki bujet cadangan untuk memperkuat skuad ketika memasuki paruh kedua kompetisi.

“Jadi idealnya memang harus ada di paruh kedua spare budget untuk penambahan pemain. Tolong lapangan PSIM dipenuhin, karena itu kontribusi banget untuk nanti kita di paruh musim membeli pemain baru khususnya,” kata Liana, Jumat (31/7/2026).

Liana menjelaskan kondisi keuangan klub harus dihitung secara cermat karena kebutuhan PSIM tidak hanya sebatas mendatangkan pemain baru. Manajemen juga harus menyiapkan anggaran apabila ada pemain yang tidak lagi sesuai kebutuhan tim, tetapi masih terikat kontrak.

Menurut dia, PSIM tetap berkewajiban menghormati kontrak pemain meskipun kontribusinya di lapangan tidak sesuai harapan. Kondisi tersebut membuat klub harus menyiapkan biaya kompensasi apabila terjadi perubahan komposisi skuad di tengah musim.

“Bagaimanapun juga kita harus menghormati kontrak yang ada. Jadi itu juga cost buat PSIM untuk melakukan kompensasi,” ujarnya.

Liana berkaca pada pengalaman musim lalu ketika PSIM mencatat performa di luar ekspektasi manajemen sebelum memasuki paruh musim. Situasi tersebut, menurut dia, membuat anggaran yang telah disusun sebelumnya tidak lagi menyisakan ruang untuk kebutuhan tambahan.

“Kalau kita tiba-tiba di posisi lima, saya pribadi overachieve sih, jujur saja. Bujet sudah enggak ada, daripada besok saya enggak bisa gajian, itu enggak baik sebagai presdir,” kata dia.

Karena itu, Liana berharap dukungan suporter di stadion dapat membantu menjaga keseimbangan finansial klub. Tingginya jumlah penonton dinilai menjadi salah satu faktor penting agar PSIM memiliki ruang anggaran untuk menambah pemain pada paruh kedua kompetisi.

Hingga saat ini, PSIM telah mengumumkan lima pemain baru untuk menghadapi Super League 2026/2027. Tiga di antaranya merupakan pemain asing, yakni Adrian Dalmau, Ondrej Rudzan, dan Adrian Purzycki.

Liana menegaskan dukungan kepada PSIM tidak hanya berkaitan dengan target jangka pendek di kompetisi. Ia berharap klub mampu bertahan di kasta tertinggi sebelum secara bertahap mewujudkan target tampil di kompetisi Asia dengan membawa nama Yogyakarta.

“Mulailah dengan hal-hal kecil, jangan mimpi gede-gede dulu, mulailah dengan hal kecil. Jadi tolonglah, PSIM ini memang perlu diramaikan di stadion,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |