PSEL Piyungan Beroperasi Akhir 2028, Investasi Capai Rp2 Triliun

10 hours ago 7

PSEL Piyungan Beroperasi Akhir 2028, Investasi Capai Rp2 Triliun

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Mohammad Jumhur Hidayat bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Jumat (24/7/2026). Anisatul Umah-Harian Jogja.

Harianjogja.com, JOGJA—Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di kawasan Piyungan diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp2 triliun dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028. Pembangunan fasilitas pengolah sampah tersebut diproyeksikan menjadi salah satu solusi penanganan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang saat ini tidak lagi memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang beroperasi.

Pemerintah juga menargetkan groundbreaking proyek dapat dilakukan pada akhir 2026 atau awal 2027 apabila seluruh persiapan teknis dan administrasi selesai sesuai jadwal.

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Mohammad Jumhur Hidayat, mengatakan rencana pembangunan PSEL berjalan sesuai tahapan yang telah disusun. Ia memperkirakan investasi yang dibutuhkan mencapai Rp2 triliun dengan waktu pembangunan sekitar 1,5 hingga 2 tahun.

"Saya rasa jalan seperti biasa pipeline, Rp2 triliun [investasi]. [proses pembangunan] 1,5-2 tahun," ucapnya ditemui di Kompleks Kepatihan, Jumat (24/7/2026).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, menyampaikan pembahasan teknis dan administrasi terkait pembangunan PSEL telah dilakukan, termasuk berbagai kelengkapan yang harus dipenuhi dalam beberapa bulan ke depan.

Menurutnya, Danantara memiliki target-target yang harus dicapai sehingga diharapkan seluruh kelengkapan proyek dapat rampung dalam waktu tiga bulan mendatang.

"Groundbreaking-nya harapannya di akhir tahun ini atau awal tahun depan. Mudah-mudahan di akhir tahun ini kalau semuanya lancar," ujarnya.

Meski demikian, Kusno mengaku belum mengetahui secara pasti nilai investasi yang akan dibutuhkan untuk pembangunan PSEL tersebut.

"Kalau investasi belum. Berapa yang harus diinvestasikan sampai saat ini belum," ujarnya.

Ia menjelaskan proses pembangunan diperkirakan memakan waktu sekitar 1,5 tahun dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028 di atas lahan seluas 5,7 hektare. Listrik yang dihasilkan nantinya akan dibeli seluruhnya oleh PT PLN (Persero) dengan harga 20 sen per kWh.

PSEL di Piyungan dirancang mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari yang berasal dari Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, dan Kota Jogja. Sementara itu, Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Gunungkidul saat ini masih dapat menangani pengelolaan sampah secara mandiri.

"Namun harapannya juga nanti ke depan setelah nanti PSEL operasi, nanti harapannya juga teman-teman di Kulonprogo maupun di Gunungkidul juga nanti ikut gabung terkait dengan program ini, harapannya nanti ke depan," lanjutnya.

Dosen Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Chandra Wahyu Purnomo, menilai pembangunan PSEL di Yogyakarta akan sangat membantu penyelesaian persoalan sampah di daerah yang tidak lagi memiliki TPA yang beroperasi.

Ia mencontohkan PSEL yang telah beroperasi di Benowo, Surabaya, menggunakan teknologi gasifikasi dan bukan insinerator. Menurutnya, satu unit PSEL mampu mengolah sedikitnya 1.000 ton sampah setiap hari.

"[investasi] sekitar Rp2 triliun - Rp3 triliun per unit," paparnya.

Selain memberikan manfaat dalam penanganan sampah, pembangunan PSEL juga berpotensi memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja terampil dan pengelolaan limbah hasil pembakaran. Namun, keberadaan PSEL juga dinilai dapat memengaruhi sektor informal yang selama ini bergantung pada aktivitas di TPA.

"Tantangan di hulu sangat krusial karena buruknya sistem pemilahan dan pengumpulan sampah dari sumber sampah," jelasnya.

Sebelumnya, Kusno menyampaikan PT Cakra Energi Lestari menjadi konsorsium yang ditunjuk Danantara sebagai calon Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PSEL DIY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |