Harianjogja.com, JAKARTA—Kadar gula darah yang cenderung meningkat seusai bangun tidur dipengaruhi kondisi dehidrasi selama kurang lebih delapan jam beristirahat. Situasi ini membuat volume darah menurun sehingga konsentrasi gula tampak lebih tinggi, dan ahli gizi merekomendasikan smoothie pagi sebagai minuman terbaik untuk menstabilkan gula darah.
Selama tidur, tubuh kehilangan cairan secara perlahan tanpa disadari. Ketika asupan cairan belum terpenuhi pada pagi hari, tubuh berada dalam kondisi sedikit dehidrasi yang berdampak pada keseimbangan metabolisme, termasuk kadar glukosa darah.
Dilansir dari Eating Well pada Minggu (1/2), ahli gizi Lindsay Cohen menyebutkan bahwa mengonsumsi smoothie yang memadukan protein, buah-buahan, sayuran kaya serat, serta lemak sehat merupakan pilihan bergizi untuk membantu mengatur gula darah secara lebih optimal.
"Smoothie menyediakan cairan dalam jumlah yang signifikan, terutama jika menggunakan air atau susu kacang tanpa pemanis sebagai bahan dasar, sehingga membantu mencegah dehidrasi,” kata Cohen.
Ia menjelaskan, hidrasi memang tidak secara langsung menurunkan gula darah. Namun, kecukupan cairan dapat mendukung rutinitas harian yang lebih konsisten, menjaga nafsu makan, serta membantu fokus, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap pilihan makanan dan pola hidup yang berkaitan erat dengan pengelolaan gula darah.
Serena Pratt, MS, RDN, menambahkan bahwa efek tidak langsung dari hidrasi berperan penting dalam menjaga stabilitas kadar gula, terutama melalui pengaturan kebiasaan makan dan energi sepanjang hari.
Sementara itu, Kimberly Gomer, MS, RD, menyarankan penambahan buah seperti blueberry, stroberi, dan blackberry ke dalam smoothie. Buah-buahan tersebut memberikan rasa manis alami sekaligus kandungan serat yang mendukung rasa kenyang dan membantu pengendalian gula darah.
Serat diketahui membantu proses pencernaan dan memperlambat pengosongan lambung. Kondisi ini membuat penyerapan gula ke dalam aliran darah berlangsung lebih lambat sehingga lonjakan gula darah terjadi secara lebih bertahap.
Selain buah, sayuran seperti bayam, kale, dan kembang kol yang dihaluskan dapat meningkatkan kandungan serat tanpa menambah banyak gula dalam minuman. Kombinasi ini menjadikan smoothie pagi sebagai minuman terbaik untuk stabilkan gula darah secara alami.
Pratt juga menyarankan penambahan lemak sehat karena komponen tersebut memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama.
“Menambahkan lemak sehat, seperti selai kacang, biji chia atau biji rami, alpukat, atau yogurt Yunani penuh lemak membantu memperlambat motilitas lambung, meningkatkan rasa kenyang, dan mendukung peningkatan gula darah yang lebih stabil,” kata Pratt.
Asupan protein dalam smoothie, baik dari yogurt Yunani, susu kedelai, susu sapi, maupun bubuk protein, juga dinilai penting untuk menunjang energi sepanjang hari sekaligus membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
"Protein dicerna lebih lambat daripada karbohidrat, dan ketika dikonsumsi bersama karbohidrat, dapat membantu memperlambat peningkatan kadar glukosa darah,” kata Cohen.
Ia menambahkan bahwa protein merangsang pelepasan hormon yang memperlambat pengosongan lambung dan dapat meningkatkan respons insulin tubuh.
Selain smoothie pagi, air putih tetap menjadi minuman terbaik untuk stabilkan gula darah karena membantu ginjal membuang kelebihan gula melalui urine serta menjaga volume darah tetap sehat. Pilihan lain seperti teh hijau, kopi tanpa pemanis, dan teh herbal juga dapat menjadi alternatif minuman pagi yang mendukung pengelolaan gula darah.


















































