Harinjogja.com, JOGJA—Caroline Lang mengundurkan diri dari jabatan Presiden Serikat Produksi Independen (SPI) setelah namanya tercantum dalam dokumen pengadilan terkait Jeffrey Epstein, demi menjaga kredibilitas organisasi.
Selain itu, pengunduran diri ini dilakukan setelah namanya dan sang ayah, Jack Lang, tercantum dalam dokumen pengadilan yang dikenal sebagai Epstein Files.
Pengumuman pengunduran diri Caroline disampaikan pada Senin (2/2/2026). Ia menegaskan keputusan tersebut diambil sebagai langkah preventif agar organisasi yang dipimpinnya tidak terdampak polemik yang berkembang.
“Saya tidak ingin situasi ini merugikan serikat dalam bentuk apa pun,” tegas Caroline Lang dalam pernyataan resminya yang dikutip dari FRI, Rabu (4/2/2026).
Caroline menyebut, mundurnya dari SPI bukan pengakuan atas tudingan apa pun, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga integritas dan reputasi organisasi dari isu eksternal yang sensitif.
Nama Caroline Lang dan ayahnya, Jack Lang—mantan Menteri Kebudayaan Prancis—muncul dalam dokumen pengadilan Amerika Serikat terkait jaringan Jeffrey Epstein. Meski demikian, hingga kini tidak ada tuduhan pidana yang diarahkan kepada keduanya.
Jack Lang turut memberikan klarifikasi atas kemunculan namanya. Ia mengakui pernah mengenal Jeffrey Epstein sekitar 15 tahun lalu melalui perantara sutradara Woody Allen.
“Saya mengakui adanya hubungan yang mungkin terjalin pada masa di mana tidak ada indikasi apa pun bahwa Jeffrey Epstein adalah otak di balik sebuah jaringan kriminal,” ujarnya seperti dikutip France 24.
Jack menegaskan, apabila saat itu mengetahui aktivitas kriminal Epstein, ia akan segera memutus seluruh hubungan.
Sejumlah media Prancis kemudian menyoroti relasi tersebut. Harian Le Monde melaporkan bahwa Jack Lang sempat berhubungan dengan Epstein selama beberapa tahun dan memanfaatkan fasilitas pribadi Epstein, termasuk mobil dan jet pribadi, untuk kepentingan keluarga.
Sementara itu, laporan investigatif Mediapart mengungkap detail yang melibatkan Caroline Lang. Pada 2016, Epstein diketahui mendirikan perusahaan bernama Prytanee LLC di Kepulauan Virgin AS, dengan 50 persen saham tercatat atas nama Caroline. Perusahaan tersebut disebut-sebut berkaitan dengan rencana investasi di bidang seni.
Meski demikian, Mediapart menegaskan tidak ada dokumen Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang mengaitkan Jack maupun Caroline Lang dengan kejahatan seksual yang dilakukan Epstein.
Menanggapi laporan tersebut, Caroline Lang menyatakan bahwa Epstein hanya ia kenal sebagai “kenalan” sekaligus “sponsor yang murah hati”. Ia mengakui adanya pembahasan terkait pembentukan dana investasi seni, namun menegaskan tidak pernah menerima aliran dana.
“Meski pendirian perusahaan diurus oleh pengacara Epstein, saya tidak menyumbangkan modal finansial. Peran saya murni sebagai penyedia keahlian di bidang seni,” jelasnya kepada Mediapart.
Sebagai informasi, Jeffrey Epstein ditemukan meninggal dunia di sel penjaranya di New York pada 2019 saat menghadapi dakwaan federal terkait perdagangan anak di bawah umur. Publikasi dokumen-dokumen terbaru terus memunculkan nama sejumlah tokoh global yang pernah berada dalam lingkaran sosialnya dan memicu sorotan internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































