Prabowo Targetkan Kontrak Giant Sea Wall Pantura pada 2027

4 hours ago 1

Prabowo Targetkan Kontrak Giant Sea Wall Pantura pada 2027

Presiden Prabowo Subianto/Bisnis Indonesia

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menargetkan proyek Giant Sea Wall di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa mulai memasuki tahap kontrak pada awal 2027. Presiden Prabowo Subianto menyebut sejumlah pihak telah menunjukkan minat untuk terlibat dalam pembiayaan proyek strategis tersebut.

"Nanti di awal tahun 2027 mungkin kita sudah akan membagi kontrak-kontrak itu. Sudah ada yang berminat dan sudah ada yang mau finance juga. Jadi ini salah satu proyek strategis yang harus kita jalankan," ujar Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip Minggu (20/9/2026).

Giant Sea Wall dirancang membentang dari Tangerang hingga Jawa Timur dengan panjang sekitar 575 kilometer. Pembangunannya dibagi menjadi 15 segmen dan diproyeksikan melindungi sekitar 50 juta penduduk di kawasan pesisir.

Lindungi Pusat Ekonomi Pantura

Prabowo menilai pembangunan tanggul laut tersebut penting untuk menghadapi ancaman kenaikan permukaan air laut sekaligus melindungi kawasan ekonomi di sepanjang Pantura Jawa.

Kawasan tersebut menjadi salah satu pusat industri manufaktur nasional. Pantura Jawa juga memiliki sedikitnya 70 kawasan industri dan lima Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta menjadi bagian penting dari jaringan logistik nasional. Angka yang disebut pemerintah menunjukkan aset ekonomi di kawasan yang dilindungi proyek ini berkontribusi hingga 38% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

"Jadi kita harus selamatkan pantai utara Jawa. Karena itu, kita harus bikin perlindungan terhadap naiknya air laut. Jadi Giant Sea Wall istilahnya. Yang dari Tangerang sampai ke Jawa Timur," ujar Prabowo.

Pemerintah sebelumnya juga menyatakan Giant Sea Wall Pantura akan menjadi proyek perlindungan jangka panjang bagi kawasan pesisir. Dalam keterangan pemerintah, pembangunan tersebut direncanakan berlangsung dalam 15 segmen dari Banten hingga Jawa Timur.

Gabungkan Tanggul dan Solusi Berbasis Alam

Kepala Badan Otorita Pengelola Pesisir Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf sebelumnya menjelaskan pembangunan Giant Sea Wall akan menggunakan struktur fisik atau hard structure yang dipadukan dengan pendekatan berbasis alam atau nature-based solution.

Pendekatan tersebut salah satunya dilakukan melalui pengelolaan hutan mangrove untuk menangani banjir rob di sejumlah wilayah. Ekosistem pesisir yang mengalami degradasi akibat aktivitas industri dan permukiman juga akan direhabilitasi.

Sementara pada bagian yang menggunakan struktur fisik modern, pemerintah akan merancang tanggul laut agar memiliki fungsi multiguna dan bernilai ekonomi.

“Pendekatan kami itu terintegrasi. Bukan hanya berbasis ilmu pengetahuan, tapi berbasis integrasi sosial, integrasi ekonomi, dan integrasi teknologi di dalamnya. Bekerja sama dengan pihak masyarakat, pihak pemerintah daerah, baik pusat pemerintah provinsi, kabupaten, kota,” ujarnya.

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup sebelumnya menyebut pembangunan Giant Sea Wall sepanjang 575 kilometer telah berjalan pada tahap persiapan sejak Maret 2026. Pemerintah juga menargetkan groundbreaking pada awal 2027.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |