
Penampakan pagar besi menjulang di depan Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026). Bisnis/ Muhammad Sulthon S.K.\r\n\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA— Mabes Polri memastikan situasi keamanan di berbagai pusat kegiatan perekonomian nasional, mulai dari pusat perbelanjaan, kawasan bisnis, hingga objek vital, tetap berada dalam kondisi aman dan kondusif. Untuk menjaga stabilitas tersebut, Polri mengintensifkan langkah preventif melalui kegiatan intelijen, deteksi dini, patroli siber, hingga koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Kepastian itu disampaikan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadivhumas) Polri Irjen Johnny Eddizon Isir di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Menurut Isir, seluruh langkah yang dijalankan bertujuan memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman sekaligus menjaga roda perekonomian nasional tetap berjalan tanpa gangguan.
"Seluruh langkah tersebut dilakukan untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif," ujar Isir.
Pengamanan Berlapis
Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan upaya antisipatif dilakukan secara berlapis dengan melibatkan seluruh struktur kepolisian, mulai dari Mabes Polri, Kepolisian Daerah (Polda), Kepolisian Resort Kota (Polres), hingga Kepolisian Sektor (Polsek).
Selain pengamanan di lapangan, Polri juga melakukan pemantauan situasi secara real time melalui berbagai sistem yang dimiliki, termasuk Daily Operational Reporting System (DORS) sebagai sarana pemantauan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Berdasarkan data Daily Operational Reporting System (DORS), situasi keamanan nasional secara umum masih terkendali. Polri menyebut tidak ditemukan peristiwa menonjol yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan maupun aktivitas perekonomian masyarakat.
"Tidak terdapat kejadian menonjol yang berdampak terhadap stabilitas keamanan secara nasional. Seluruh personel di lapangan juga terus melaksanakan langkah-langkah pencegahan secara maksimal," imbuhnya.
Pengamanan Kawasan Usaha Dinilai Wajar
Menanggapi meningkatnya pengamanan di sejumlah kawasan usaha, Isir menilai langkah tersebut merupakan hal yang lazim dilakukan oleh pengelola.
Menurutnya, penguatan sistem keamanan bertujuan menjaga keselamatan pekerja, melindungi aset perusahaan, serta memastikan operasional usaha tetap berjalan dengan baik.
Polri juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
"Polri mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi menimbulkan keresahan dan kekhawatiran di tengah masyarakat," katanya.
Fadil Imran: Kamtibmas Tetap Kondusif
Sebelumnya, Polri juga menegaskan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di tengah sorotan terhadap pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal dan pusat perbelanjaan dalam beberapa hari terakhir.
Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Komjen Polisi Fadil Imran mengatakan hingga Sabtu (1/8/2026), tidak terdapat kejadian menonjol berdasarkan data daily operating reporting system.
“Sampai hari ini, berdasarkan data daily operating reporting system, itu tidak ada hal yang menonjol, tidak ada,” kata Fadil di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Dengan kondisi tersebut, Polri memastikan langkah pengamanan dan pemantauan akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan nasional sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan perekonomian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online
















































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)

