
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029. /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN—Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sleman menggelar sarasehan dan nonton bersama film dokumenter peristiwa Kudatuli di Sedangsanri, Minggir, Sleman, Kamis (30/7/2026) malam. Kegiatan ini menjadi bagian dari refleksi sejarah sekaligus pendidikan politik untuk memperkuat soliditas kader menjelang agenda politik mendatang.
Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus DPC, pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC), serta kader dan simpatisan PDI Perjuangan di Kapanewon Minggir.
Sarasehan dan pemutaran film dokumenter mengenai peristiwa 27 Juli 1996 (Kudatuli) digelar sebagai pengingat atas salah satu momentum penting dalam perjalanan PDI Perjuangan.
Fungsionaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sleman, Purwanto, mengatakan peristiwa tersebut menjadi fondasi sejarah yang membentuk kekuatan dan soliditas partai hingga saat ini.
"Kudatuli adalah fondasi sejarah perjuangan partai yang tidak boleh dilupakan. Melalui peringatan dan pendidikan politik ini, kita ingin memastikan kader di seluruh pelosok, termasuk di Kapanewon Minggir, makin solid dan tangguh," ujar Purwanto di sela-sela acara.
Konsolidasi untuk 2029
Menurut Purwanto, semangat perjuangan dan militansi kader yang lahir dari peristiwa masa lalu perlu terus dipelihara sebagai bekal menghadapi kontestasi politik pada masa mendatang.
Ia menyebut DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sleman menargetkan konsolidasi organisasi yang matang sekaligus meraih kemenangan spektakuler pada Pemilu 2029.
Purwanto menilai kedekatan kader dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga dan memperkuat basis dukungan partai.
Perkuat Barisan
Ketua PAC PDI Perjuangan Kapanewon Minggir, Widarto Catur Syahputra, mengapresiasi kehadiran para kader dan sesepuh partai yang terus menjaga semangat perjuangan di wilayah tersebut.
Ia menegaskan pengurus di tingkat kapanewon berkomitmen terus memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat ranting dan anak ranting.
"Sarasehan dan penayangan film Kudatuli ini menjadi pemantik ingatan kolektif kita bersama. Nilai-nilai keberanian dan mentalitas pantang menyerah para senior partai menjadi teladan bagi pengurus PAC, Ranting, hingga Anak Ranting di Minggir untuk bergerak bersama rakyat," kata Widarto.
Serasehan disampaikan oleh pemateri dari senior PDIP DIY Yohanes Widi Pratomo yang menyampaikan tentang peristiwa Kudatuli. Menurutnya sejarah Kudatuli penting diketahui para kader PDIP khususnya yang saat ini masih muda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































