Parade Marching Band Piala Raja HB X Bakal Meriahkan Malioboro Jogja

2 days ago 6

Parade Marching Band Piala Raja HB X Bakal Meriahkan Malioboro Jogja Ketua Umum PDBI DIY, Sutrajaya (tengah) didampingi panitia lomba dalam sesi jumpa pers kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X tahun 2026, Minggu (1/2/2026). - Harian Jogja/Yosef Leon.

Harianjogja.com, JOGJA—Agenda budaya dan olahraga kembali menyapa Kota Jogja melalui Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X Tahun 2026 yang akan digelar dengan konsep street parade malam hari di kawasan Malioboro pada 23 Oktober 2026. Parade ini menyesuaikan kebijakan penutupan kawasan Malioboro yang berlaku pada pukul 18.00–21.00 WIB.

Tidak sekadar menjadi tontonan, street parade di Malioboro tersebut juga masuk sebagai nomor perlombaan resmi dalam rangkaian Kejuaraan Piala Raja HB X 2026. Sejumlah aspek penilaian akan diterapkan, mulai dari kualitas musikal, visual, koreografi, hingga penampilan color guard yang dinilai langsung oleh dewan juri.

Ketua Panitia Piala Raja, Nolik Maryono, menjelaskan bahwa parade Malioboro dirancang sebagai kompetisi penuh dengan standar penilaian yang ketat. “Street parade tetap kami lombakan. Jadi bukan cuma pawai, tapi kompetisi penuh dengan standar penilaian yang jelas,” ujar Nolik, Minggu (1/2/2026).

Selain parade marching band, agenda di Malioboro juga akan diperkaya dengan kejuaraan maskot bertema budaya Nusantara. Konsep ini diharapkan mampu memperkuat nuansa seni sekaligus meningkatkan daya tarik wisata di jantung Kota Jogja.

Kejuaraan Marching Band Piala Raja HB X 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Oktober 2026. Setelah pelaksanaan street parade di Malioboro, rangkaian kompetisi akan berlanjut pada 24–25 Oktober 2026 di GOR Amongrogo dengan nomor lomba Concert Band, Concert Marching, dan Display.

Berdasarkan hasil technical meeting pertama yang digelar pada 31 Januari 2026, tercatat sebanyak 69 tim dari berbagai daerah di Indonesia telah resmi mendaftar. Peserta berasal dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi. Sementara itu, Papua dipastikan tidak berpartisipasi tahun ini, meski sempat ambil bagian pada edisi sebelumnya.

Nolik menambahkan, ketertarikan peserta luar negeri sebenarnya cukup tinggi. Sejumlah negara seperti Thailand, Malaysia, Filipina, hingga Afrika Selatan menyatakan minat, namun panitia belum membuka partisipasi internasional karena masih mempersiapkan sejumlah persyaratan teknis dan administratif.

Ketua Umum Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) DIY, Sutrajaya, menilai Piala Raja HB X sebagai agenda rutin yang terus berkembang dan konsisten melampaui target jumlah peserta. “Harapannya, event ini makin meriah, PDBI makin dikenal, dan marching band semakin dicintai masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Asian Marching Band Confederation (AMBC), Sehat Kurniawan, menyebut Piala Raja HB X telah mengantongi standarisasi ASEAN sejak 2016 dan dinilai sebagai salah satu kejuaraan marching band terbaik di Asia. Sekitar 95 persen juri berasal dari luar negeri, yang mencerminkan tingginya kepercayaan internasional terhadap kualitas kompetisi ini.

Tak hanya berorientasi pada prestasi, Piala Raja HB X 2026 juga membawa misi strategis mendukung pemerintah daerah dalam mendorong sektor pariwisata. Parade malam di Malioboro diproyeksikan menjadi magnet utama yang memadukan kompetisi marching band, ekspresi budaya, dan daya tarik wisata dalam satu panggung jalanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |