Pakar UGM Ungkap Slow Jogging Bisa Jaga Mental dan Cegah Depresi

21 hours ago 6

Pakar UGM Ungkap Slow Jogging Bisa Jaga Mental dan Cegah Depresi

ilustrasi jogging/Magnific

Harianjogja.com, SLEMAN—Slow jogging atau lari santai tidak hanya memberikan manfaat bagi kebugaran fisik, tetapi juga berperan menjaga kesehatan mental. Pakar Fisiologi Olahraga UGM, Prof. Zainal Muttaqin, menyebut aktivitas tersebut mampu mengaktifkan vagus nerve atau saraf otak ke-10 yang berfungsi menenangkan sistem saraf, sehingga membantu menjaga keseimbangan emosi dan menurunkan risiko depresi.

Dalam beberapa waktu terakhir, slow jogging semakin diminati masyarakat sebagai pilihan olahraga yang murah, mudah dilakukan, dan menyenangkan. Di balik gerakannya yang ringan, aktivitas ini ternyata menyimpan berbagai manfaat bagi tubuh maupun kondisi psikologis.

Vagus Nerve Berperan Menenangkan Sistem Saraf

Zainal menjelaskan gerakan berulang seperti slow jogging dapat merangsang vagus nerve atau wandering nerve. Saraf tersebut, menurutnya, berfungsi sebagai "kabel kasih sayang" atau compassion yang membantu tubuh merespons berbagai kondisi secara lebih seimbang.

Ia menerangkan bahwa vagus nerve berperan menyeimbangkan sistem fight or flight dengan rest and digest. Kondisi itu membuat seseorang lebih tenang, sabar, ceria, tidak mudah marah, sekaligus membantu mengurangi risiko depresi apabila rutin melakukan slow jogging maupun aktivitas olahraga lainnya.

Manfaat tersebut juga dapat diperoleh ketika olahraga dilakukan bersama teman-teman karena mampu membangun co-regulation yang mengatur sistem dalam tubuh.

"Orang dengan badan yang segar karena melakukan olahraga biasanya tidak gampang marah, tidak gampang depresi, tidak gampang sedih ya, jadi akan semangat," jelas Zainal pada Senin (3/8/2026).

Persiapan Sebelum Slow Jogging

Menurut Zainal, ada sejumlah hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai lari santai agar tubuh tetap nyaman dan terhindar dari risiko cedera maupun kelelahan.

Salah satunya adalah memastikan tubuh terhidrasi dengan baik untuk mencegah peningkatan suhu tubuh secara berlebihan.

"Minumlah air 2–3 jam sebelum olahraga, minum lagi 30 menit sebelum mulai, dan dianjurkan minum setiap 15 menit saat beraktivitas," terang Zainal pada Senin (3/8/2026).

Selain menjaga asupan cairan, penggunaan sepatu yang layak dan sesuai juga menjadi perhatian penting. Menurutnya, sepatu yang tepat berfungsi melindungi lutut dan sendi panggul dari benturan selama berlari.

Pemanasan hingga Pola Napas Harus Diperhatikan

Zainal juga menekankan pentingnya melakukan pemanasan sebelum memulai slow jogging. Pemanasan membantu menghangatkan tubuh, melancarkan distribusi darah, serta membuat otot lebih lentur sehingga dapat mengurangi risiko kram.

Saat berolahraga, masyarakat juga diminta memperhatikan ritme pernapasan. Jika napas mulai terengah-engah, kondisi tersebut menandakan intensitas latihan sudah berlebihan dan berpotensi membuat tubuh kelelahan.

Karena itu, ia merekomendasikan durasi latihan sekitar 30–45 menit dalam sekali sesi dengan frekuensi 3–5 kali dalam sepekan.

Pemula Diminta Tidak Memaksakan Diri

Hal lain yang tidak kalah penting adalah memastikan waktu tidur cukup sebelum melakukan aktivitas fisik agar tubuh siap menerima beban latihan.

Bagi pemula, Zainal menyarankan memulai olahraga secara bertahap, misalnya dengan durasi 5–10 menit, kemudian meningkatkannya sedikit demi sedikit sesuai kemampuan tubuh.

"Siapa pun yang baru olahraga itu mohon kendalikan emosi, jangan ngoyo dan harus bertahap step by step," tegasnya.

Baik untuk Jantung, Kulit, hingga Pembakaran Lemak

Selain berdampak positif terhadap kesehatan mental, slow jogging juga memberikan manfaat bagi kesehatan fisik. Zainal mengatakan olahraga ini mendorong jantung bekerja lebih kuat sekaligus memperlancar aliran darah hingga ke jaringan kulit bagian luar yang mendukung kesehatan kulit.

Ia menambahkan, apabila dilakukan secara rutin dengan durasi yang cukup lama, slow jogging juga efektif membantu proses pembakaran lemak.

"Jadi pembakaran lemak itu memang olahraga yang intensitasnya ringan tapi lama," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |