Nahkoda Hilang Setelah Speedboat Terbelah di Teluk Tomini

7 hours ago 4

Harianjogja.com, GORONTALO—Tim Search and Rescue (SAR) gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap seorang nahkoda speedboat yang hilang setelah kapal yang ditumpanginya tenggelam di perairan Teluk Tomini. Di tengah operasi tersebut, kabar baik datang setelah 12 korban lain berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Korban yang selamat terdiri atas 11 wisatawan warga negara asing (WNA) dan satu anak buah kapal (ABK). Seluruh korban telah dievakuasi menuju resor yang berada di Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, setelah ditemukan oleh tim pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Gorontalo Heriyanto mengatakan informasi mengenai keberadaan para korban diterima dari Kabupaten Tojo Una-Una setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian.

"Kami telah menerima informasi dari Kabupaten Tojo Una-Una bahwa 11 orang penumpang yang merupakan wisatawan Warga Negara Asing (WNA), dan satu orang anak buah kapal (ABK) ditemukan selamat, dan telah dievakuasi ke resor yang ada di Tojo Una-Una," kata Heriyanto.

Berdasarkan informasi yang diterima KPP Gorontalo, speedboat tersebut sebelumnya berangkat dari Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, menuju di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, pada Jumat (24/7) pagi.

Dalam perjalanan melintasi perairan Teluk Tomini, kapal mengalami cuaca buruk yang memicu gelombang tinggi.

Gelombang yang menghantam kapal menyebabkan badan speedboat patah menjadi dua bagian sebelum akhirnya tenggelam di tengah perjalanan.

Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada malam hari sekitar pukul 21.00 Wita.

Saat kapal mulai tenggelam, para penumpang dan kru berupaya menyelamatkan diri.

Para korban kemudian bertahan dengan menaiki rakit yang berada di sekitar lokasi kejadian sambil menunggu bantuan datang.

Keberadaan rakit tersebut menjadi sarana penyelamatan sementara hingga tim SAR gabungan berhasil menemukan mereka.

Meski sebagian besar korban telah ditemukan, satu orang yang diketahui bernama Ardiansyah hingga kini masih dinyatakan hilang.

Menurut Heriyanto, kondisi di lokasi kejadian saat insiden berlangsung cukup menyulitkan proses penyelamatan.

Jarak pandang yang sangat terbatas akibat kabut membuat para korban tidak dapat melihat keberadaan nahkoda setelah kapal mulai tenggelam.

Dugaan sementara, nahkoda tersebut masih berada di atas kapal ketika insiden terjadi.

Tim SAR gabungan saat ini masih menyisir area pencarian untuk menemukan korban yang belum ditemukan tersebut.

Heriyanto menegaskan operasi pencarian akan terus dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.

"Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, tim SAR gabungan masih akan terus melakukan pencarian secara intensif terhadap nahkoda kapal yang masih hilang selama tujuh hari ke depan," katanya.

Pencarian dilakukan di perairan Teluk Tomini dengan melibatkan unsur SAR gabungan yang terus memantau kondisi cuaca dan memperluas area penyisiran guna menemukan keberadaan nahkoda yang hingga Sabtu masih belum ditemukan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |