Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana melakukan rotasi terhadap sekitar 70 pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan pada pekan ini sebagai bagian dari upaya pembenahan kinerja dan integritas aparatur.
Purbaya menyampaikan bahwa langkah tersebut diarahkan untuk menata ulang penempatan pejabat, khususnya bagi mereka yang dinilai memiliki tingkat integritas rendah. Menurutnya, pemindahan ke unit yang lebih sepi menjadi bagian dari strategi perbaikan tata kelola dan penguatan penerimaan negara.
Ia menegaskan rotasi tersebut merupakan salah satu instrumen penting dalam agenda perbaikan ekonomi nasional dan optimalisasi kinerja penerimaan negara.
“Minggu depan [pekan ini] mungkin sekitar 70 orang pajak saya akan putar, yang ketahuan main-main saya akan putar ke tempat yang lebih sepi. Jadi kami melakukan perbaikan yang sungguh-sungguh,” kata Purbaya kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat pekan lalu.
Rotasi di Direktorat Jenderal Pajak ini, lanjut Purbaya, merupakan kelanjutan dari kebijakan serupa yang sebelumnya telah dilakukan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Total pejabat yang telah dirotasi di unit tersebut mencapai 31 orang.
Sebagai informasi, rotasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencakup pejabat setingkat direktur hingga kepala kantor di sejumlah wilayah. Selain itu, Purbaya juga melakukan pergeseran jabatan pada sejumlah pejabat di Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, serta Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK).
Dengan rangkaian kebijakan tersebut, tercatat sebanyak 36 pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan telah dirotasi dan resmi dilantik oleh Purbaya pada pekan ini.
Di luar kebijakan rotasi, upaya pembenahan ekonomi dan penguatan kebijakan fiskal juga ditempuh melalui peran aktif Purbaya dalam memimpin proses debottlenecking dunia usaha. Langkah ini sejalan dengan posisinya sebagai salah satu menteri yang memimpin Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP).
Melalui berbagai langkah tersebut, Purbaya menyatakan optimisme bahwa perbaikan fondasi perekonomian nasional tengah berjalan. Ia juga mengklaim koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter kini berlangsung lebih intensif.
“Kami juga sudah berkomunikasi lebih dekat dengan bank sentral sehingga likuiditas pasar juga cukup untuk ekonomi tumbuh 6 persen tahun ini,” ujar Purbaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































