Marbot Masjid Kulonprogo Dapat BPJS Lewat Program Safari Jumat

2 days ago 7

Marbot Masjid Kulonprogo Dapat BPJS Lewat Program Safari Jumat Kantor BPJS Kesehatan. / Antara

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo terus memperluas jangkauan perlindungan sosial dengan menyasar kelompok penjaga masjid atau marbot melalui program kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Skema perlindungan ini diberikan secara rutin dalam agenda Safari Jumat yang digelar setiap pekan di berbagai wilayah.

Program tersebut menempatkan marbot sebagai penerima prioritas karena perannya yang besar dalam kehidupan sosial-keagamaan, meski sering kali berada dalam keterbatasan ekonomi. Melalui Safari Jumat, Pemkab Kulonprogo menyalurkan bantuan secara langsung ke masjid-masjid yang menjadi lokasi kegiatan.

Penyaluran terbaru berlangsung di Masjid Al-Falaah, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Wates. Dalam kesempatan itu, dua marbot Masjid Al-Falaah, yakni Supriyadi dan Irham Sutoto, menerima bantuan berupa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan selama satu tahun penuh.

Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kulonprogo, Jazil Ambar, menjelaskan bahwa pemberian jaminan ketenagakerjaan tersebut merupakan wujud kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada warga yang memiliki keterbatasan ekonomi, tetapi menjalankan fungsi sosial yang penting.

Menurut Jazil, jaminan sosial ini memiliki peran strategis untuk melindungi keluarga marbot apabila terjadi risiko kerja. Dengan adanya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, keluarga yang ditinggalkan tidak akan semakin terpuruk secara ekonomi.

“Marbot ini kan kondisinya sering kali terbatas secara ekonomi. Dengan jaminan ini, jika terjadi risiko kerja, keluarga tidak semakin susah. Bahkan, ada manfaat beasiswa bagi anak-anak marbot hingga perguruan tinggi. Ini solusi nyata yang kami tawarkan,” ujar Jazil kepada wartawan, Minggu (1/2/2026).

Selain perlindungan sosial, Pemkab Kulonprogo juga menyalurkan bantuan hibah untuk mendukung pembangunan fisik Masjid Al-Falaah. Bantuan tersebut berupa dana sebesar Rp15 juta yang ditujukan untuk peningkatan fasilitas masjid.

Dukungan tersebut dilengkapi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kulonprogo yang turut menyalurkan bantuan operasional masjid sebesar Rp4 juta. Dengan demikian, total dana bantuan yang diterima pihak takmir Masjid Al-Falaah dalam kegiatan Safari Jumat tersebut mencapai Rp19 juta.

Tidak hanya itu, Safari Jumat di Masjid Al-Falaah juga dimanfaatkan untuk menyalurkan santunan kepada sembilan orang dhuafa. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp500 ribu. Jazil menegaskan bahwa santunan tersebut tidak dimaksudkan sebagai bantuan konsumtif semata, melainkan sebagai stimulan ekonomi.

“Karena kita tahu bersama bahwa Kulonprogo tingkat kemiskinannya masih cukup memprihatinkan. Sehingga kita dorong jemaah masjid ataupun kanan-kiri yang dalam kondisi ekonomi terbatas tetapi mereka punya potensi ekonomi, kita berikan stimulan untuk mereka bisa berbuat, bergerak kegiatan ekonominya,” terangnya.

Lebih lanjut, Jazil menuturkan bahwa Safari Jumat dirancang bukan sekadar kegiatan seremonial rutin, melainkan instrumen kebijakan daerah untuk menekan angka kemiskinan dan stunting di Kulonprogo yang hingga kini masih tergolong tinggi.

Melalui bantuan stimulan kepada jemaah yang memiliki potensi ekonomi, pemerintah daerah berharap masyarakat mampu meningkatkan kemandirian finansial, sehingga kesejahteraan keluarga ikut membaik.

“Kita dorong jemaah yang punya potensi ekonomi agar ada tambahan penghasilan. Harapannya, ekonomi meningkat dan potensi stunting bisa kita tekan sedemikian rupa melalui penguatan kesejahteraan keluarga,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Al-Falaah, Mahmudi, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemkab Kulonprogo. Ia menyebut bantuan dana tersebut akan diprioritaskan untuk meningkatkan kenyamanan jemaah dalam beribadah.

“Kami sangat senang, mudah-mudahan berkah. Rencananya dana ini akan digunakan untuk memasang atap seng di tempat wudu agar jemaah tidak kehujanan, serta memperbaiki peralatan kerja marbot,” kata Mahmudi.

Kegiatan Safari Jumat di Masjid Al-Falaah menjadi lokasi kedua dari total 35 titik yang direncanakan dalam rangkaian Safari Jumat Pemkab Kulonprogo tahun ini. Sebelumnya, kegiatan perdana telah dilaksanakan di wilayah Glagah, Kapanewon Temon, dan pemerintah daerah berkomitmen menjalankan Safari Jumat secara maraton setiap pekan di seluruh wilayah Kulonprogo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |