MacBook Air Langka Akibat Demam AI

7 hours ago 4

Jumali

Jumali Senin, 03 Agustus 2026 19:47 WIB

MacBook Air Langka Akibat Demam AI

Logo Apple - ist/apple inc

Harianjogja.com, JOGJA—Stok MacBook Air di sejumlah toko offline dan online Apple dilaporkan mulai menipis. Kondisi ini bukan disebabkan oleh tingginya permintaan, melainkan karena krisis chip memori global.

Menurut laporan yang ditulis jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, kelangkaan tersebut dipicu oleh melonjaknya kebutuhan chip memori dari perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan (AI) yang berlomba membangun pusat data. Sebelumnya, krisis memori ini lebih dulu memengaruhi perangkat komputer Apple yang lebih niche, seperti Mac Mini dan Mac Studio. Namun kini, dampaknya mulai dirasakan pada MacBook Air, yang merupakan salah satu laptop terlaris Apple.

Sumber anonim yang dikutip Gurman dalam laporan tersebut mengatakan, saat ini pasokan MacBook Air menjadi lebih terbatas dibanding periode-periode sebelumnya. Pembelian di toko online resmi, misalnya, kini harus menunggu hingga paruh kedua Agustus 2026. Untuk beberapa konfigurasi tertentu, estimasi pengirimannya bahkan mundur hingga awal September.

Indikasi menipisnya stok MacBook Air juga terlihat dari materi promosi back-to-school terbaru Apple. Untuk pertama kalinya, perusahaan mencatumkan keterangan "MacBook Air subject to availability", yang berarti perangkat tersebut tersedia hanya selama stok masih ada.

Selain itu, laporan Gurman menyebut bahwa Apple kini jadi lebih banyak menampilkan MacBook Pro versi dasar dalam materi promosi mereka, alih-alih MacBook Air seperti biasanya. Hal ini dilakukan untuk membersihkan stok MacBook Pro sebelum pembaruan M6 hadir pada musim gugur nanti.

Menurut Gurman, Apple telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak krisis chip memori global. Salah satunya adalah mencari pemasok chip memori baru. Perusahaan yang berbasis di California, Amerika Serikat, itu disebut akan menggunakan chip memori dari pemasok asal China untuk perangkat yang dipasarkan di negara tersebut.

Apple juga telah menaikkan harga sejumlah produknya dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa perangkat seperti iPhone, iPad, dan Mac terpantau mengalami kenaikan harga hingga ratusan dolar AS.

Sebelumnya, CEO Apple, Tim Cook, menggambarkan kelangkaan chip memori global ini sebagai "banjir yang terjadi sekali dalam ratusan tahun" bagi industri teknologi. Cook mengaku, krisis chip memori ini merupakan situasi yang belum pernah ia temui selama lebih dari 40 tahun berkarier di bidang tersebut.

Kelangkaan MacBook Air menjadi sinyal bahwa dampak krisis memori global semakin meluas ke perangkat konsumen. Jika situasi ini terus berlanjut, harga dan ketersediaan produk Apple lainnya juga bisa terpengaruh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |