Jumali Jum'at, 15 Mei 2026 11:27 WIB

Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Pernahkah Anda langsung menyeruput kopi sesaat setelah bangun tidur tanpa sempat minum air putih? Atau memilih tetap rebahan sambil scrolling media sosial daripada bergerak ringan di pagi hari? Kebiasaan kecil seperti itu ternyata bisa berdampak besar pada kesehatan jantung Anda. Menurut dokter spesialis longevity, dr. Vassily Eliopoulos, dua jam pertama setelah bangun tidur adalah periode krusial bagi sistem kardiovaskular. Pada waktu inilah tekanan darah, hormon stres, dan ritme biologis tubuh mulai meningkat secara alami. Jika diisi dengan kebiasaan yang salah, risiko gangguan jantung bisa ikut meningkat diam-diam.
Dilansir dari Hindustan Times, Jumat (15/5/2026), dr. Vass membagikan lima rutinitas pagi sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus meningkatkan energi harian. Bagi Anda yang mulai khawatir dengan gaya hidup minim gerak dan pola tidur berantakan, kebiasaan ini layak dicoba mulai besok pagi.
1. Cari Sinar Matahari dalam 30 Menit Pertama
Paparan sinar matahari pagi membantu tubuh mengatur ritme sirkadian atau jam biologis alami. Ritme ini berpengaruh langsung terhadap tekanan darah, hormon kortisol, hingga kualitas tidur malam hari.
Menurut dr. Vass, cukup duduk di teras rumah, balkon, atau dekat jendela yang terkena cahaya matahari selama beberapa menit setelah bangun tidur. Kebiasaan ini membantu tubuh “menyadari” bahwa hari telah dimulai sehingga metabolisme bekerja lebih stabil.
2. Jangan Langsung Minum Kopi
Bagi pencinta kopi, kebiasaan ini mungkin terasa berat. Namun dr. Vass menyarankan untuk menunda konsumsi kopi sekitar 90 menit setelah bangun tidur.
Pada pagi hari, tubuh sebenarnya sudah memproduksi hormon kortisol dalam kadar tinggi untuk membantu Anda terjaga secara alami. Jika kopi diminum terlalu cepat, kombinasi kafein dan kortisol dapat meningkatkan tekanan darah dan memberi tekanan tambahan pada pembuluh darah.
Sebagai gantinya, biasakan minum air putih terlebih dahulu sambil melakukan aktivitas ringan.
3. Pilih Sarapan Tinggi Protein
Sarapan tinggi gula atau karbohidrat sederhana memang cepat mengenyangkan, tetapi efeknya terhadap tubuh tidak selalu baik. Lonjakan gula darah yang terjadi setelah sarapan manis dapat meningkatkan peradangan dan membebani pembuluh darah.
Dr. Vass menyarankan menu tinggi protein seperti telur, yogurt, tahu, tempe, atau smoothie protein agar energi lebih stabil dan rasa kenyang bertahan lebih lama.
Sarapan jenis ini juga membantu mengontrol kadar insulin sehingga kesehatan jantung lebih terjaga dalam jangka panjang.
4. Bergerak Minimal 10 Menit
Anda tidak perlu langsung jogging lima kilometer atau angkat beban berat. Jalan kaki santai selama 10 menit saja sudah cukup membantu tubuh “bangun”.
Aktivitas ringan di pagi hari dapat membantu menurunkan kadar gula darah puasa, meningkatkan kolesterol baik (HDL), dan mengurangi lonjakan hormon stres setelah bangun tidur.
Jika tidak sempat keluar rumah, peregangan ringan atau naik turun tangga juga sudah cukup membantu.
5. Minum Air Putih Sebelum Apa Pun
Tubuh kehilangan cairan selama tidur malam. Karena itu, minum air putih segera setelah bangun menjadi langkah penting untuk menjaga sirkulasi darah tetap optimal.
Dr. Vass menyarankan konsumsi sekitar 470 ml air putih di pagi hari. Dehidrasi ringan saja dapat membuat darah lebih kental sehingga kerja jantung menjadi lebih berat dan risiko pembekuan darah meningkat.
Menyediakan segelas air di samping tempat tidur bisa menjadi trik sederhana agar kebiasaan ini lebih mudah dilakukan setiap hari.
Menjaga kesehatan jantung ternyata tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar. Rutinitas sederhana di pagi hari bisa memberikan dampak signifikan jika dilakukan secara konsisten. Jadi mulai besok, sebelum membuka media sosial atau menyalakan mesin kopi, coba beri tubuh Anda sedikit perhatian lebih dulu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































