Kebakaran Apartemen Mediterania Jakbar, penghuni dievakuasi lewat tangga luar akibat asap tebal. Proses masih berlangsung. - Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Kebakaran melanda Apartemen Mediterania pada Kamis pagi, memicu proses evakuasi darurat terhadap penghuni yang terjebak akibat kepulan asap tebal di dalam gedung.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 09.25 WIB, petugas pemadam kebakaran melakukan evakuasi dari sisi luar gedung karena kondisi di dalam bangunan dipenuhi asap pekat. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan penghuni yang tidak dapat keluar melalui jalur normal.
Tangga evakuasi dipasang secara berjenjang dari lantai dasar hingga lantai enam. Satu per satu penghuni yang terjebak diturunkan dengan pengamanan tali guna mencegah risiko terjatuh saat proses evakuasi berlangsung.
Di posko informasi, petugas melakukan pendataan terhadap penghuni yang telah berhasil dievakuasi serta mereka yang masih berada di dalam gedung. Hingga pukul 10.00 WIB, proses evakuasi masih terus dilakukan.
Sebelumnya, sekitar pukul 09.00 WIB, asap terlihat keluar dari lantai dua salah satu gedung apartemen tersebut. Kondisi ini langsung direspons cepat oleh petugas pemadam kebakaran yang kebetulan memiliki pos di seberang lokasi kejadian.
Petugas segera melakukan upaya pemadaman sekaligus mengevakuasi penghuni untuk meminimalkan dampak kebakaran. Kecepatan respons ini membantu mempercepat proses penyelamatan di tengah kondisi darurat.
Salah seorang pekerja ritel di lokasi, Abdul, mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi tidak lama setelah aktivitas pagi dimulai.
“Jadi, kan kita udah mulai masuk jam 07.00 WIB tuh, terus tadi terjadinya (kebakaran) jam 07.15 WIB gitu,” kata Abdul di lokasi kejadian.
Berdasarkan data terkini dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, tren kasus kebakaran di ibu kota masih didominasi oleh masalah gangguan pada instalasi listrik yang mencapai lebih dari 60% dari total kejadian.
Kepadatan pemukiman di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Timur menjadi titik dengan frekuensi kebakaran tertinggi, di mana faktor jarak antar bangunan yang rapat serta penggunaan beban listrik yang melampaui kapasitas menjadi pemicu utama. Pemerintah terus berupaya menekan angka ini melalui pemetaan zona rawan serta peningkatan frekuensi sosialisasi pencegahan dini di tingkat RT/RW.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































